<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889</id><updated>2012-02-16T10:59:21.800-08:00</updated><title type='text'>Jurnalistik Sekolah</title><subtitle type='html'>Blog ini dimaksudkan sebagai media komunikasi antara saya dan siswa bimbingan saya dalam belajar jurnalistik. Melalui blog ini, kita dapat mengekspresikan pikiran dan perasaan kita secara bebas dengan beaya murah, mudah dan cepat. Semoga ini bisa memompa semangat kita untuk mau belajar dan terus belajar dalam dunia tulis-menulis. Bagi saya, memang tidak ada cara lain untuk bisa menjadi penulis selain: menulis! Selamat bergabung!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>54</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-4352552081988740023</id><published>2010-05-14T19:45:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T19:56:14.582-07:00</updated><title type='text'>Lelahnya Ngurus Pemberkasan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/S-4NMtA3VuI/AAAAAAAAAFI/6Z156IR0mRI/s1600/mulyoto.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 198px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/S-4NMtA3VuI/AAAAAAAAAFI/6Z156IR0mRI/s320/mulyoto.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471325109194544866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang guru PNS, yang namanya pemberkasan bukan istilah baru. Dulu saat awal diterima jadi pegawai, syarat pertama adalah pemberkasan. Bikin stress, emang. Ternyata setelah jadi guru PNS, yang namanya pemberkasan ini masih menjadi momok seram bagi guru. Mulai saat sertifikasi, pencairan tunjangannya, hingga yang terakhir kemarin pemberkasan data-data guru. Entahlah untuk apa ini, tapi sungguh sangat melelahkan, apalagi bagi yang kurang tertib administrasi kayak saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yang lagi menjalani perawatan karena sakit dispesia (mag) akut langsung kambuh tak bisa bagun lagi. Untung ada istri saya yang seorang adminstrator di pemerintah kota. Jadinya aku pasrah bongkokan sama dia, selain itu dibantu oleh teman saya Pak Pran. Thank, semua udah teratasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-4352552081988740023?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/4352552081988740023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=4352552081988740023' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/4352552081988740023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/4352552081988740023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2010/05/lelahnya-ngurus-pemberkasan.html' title='Lelahnya Ngurus Pemberkasan'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/S-4NMtA3VuI/AAAAAAAAAFI/6Z156IR0mRI/s72-c/mulyoto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-7963112554834150007</id><published>2009-05-08T18:26:00.000-07:00</published><updated>2009-05-08T18:41:26.253-07:00</updated><title type='text'>Pelatihan LPIR di SMP 5 Kota Mojokerto</title><content type='html'>MULYOTO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin (Jumat, 8 Mei) saya menjadi narasumber dalam pelatihan LPIR bagi siswa SMP se-Kota Mojokerto di SMP Negeri 5. Pesertanya adalah para siswa anggota tim LPIR SMP di Kota Mojokerto.&lt;br /&gt;Bagi saya, ini adalah pertama kali. Biasanya, saya hanya membimbing sekelompok siswa dari suatu sekolah. Tapi senang juga. Peserta nampaknya sudah siap dengan konsep karya tulis masing-masing.&lt;br /&gt;Satu prinsip saya, menulis -termasuk karya tulis penelitian- adalah kerja praktik. Saya tidak boleh terlalu banyak berteori. Saya hanya memantapkan semangat para peserta, lalu mencoba memberikan trik-trik praktis cara melaksanakan penelitian. Kemudian justru para peserta yang saya minta mempresentasikan konsep metah karya tulisnya. Di sinilah para siswa terlibat aktif.&lt;br /&gt;Menurut drh. Wiwiek Herwiningtyas, guru SMP TNH yang menggagas acara ini, kegiatan ini dilaksanakan dalam mempersiapkan anak-anak Mojokerto dalam ajang bergengsi LPIR yang digelar Depdiknas. "Selama ini, Kota Mojokerto belum banyak berbicara dalam event bergengsi ini," ungkapnya.&lt;br /&gt;Melalui pembinaan yang terarah dari Dinas P dan K Kota Mojokerto, diharapkan, nantinya ada beberapa siswa yang masuk final di Jakarta. &lt;br /&gt;Kegiatan ini juga berlanjut dengan pembinaan lanjutan dan presentasi karya tulis untuk menetapkan tiga juara tingkat kota. &lt;br /&gt;"Sebagai motivasi, tiga besar peserta di tingkat kota nanti juga akan mendapat hadiah. Tapi semua peserta dikirim ke panitia LPIR Jakarta," kata Bu Wiwiek.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-7963112554834150007?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/7963112554834150007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=7963112554834150007' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/7963112554834150007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/7963112554834150007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2009/05/pelatihan-lpir-di-smp-5-kota-mojokerto.html' title='Pelatihan LPIR di SMP 5 Kota Mojokerto'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-9019117951897653459</id><published>2009-01-04T22:36:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T22:55:22.672-08:00</updated><title type='text'>Emang, Guru Itu Burung</title><content type='html'>MULYOTO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat bangga kalau ada anak didik saya, siswa saya atau orang yang saya kenal menulis dan dimuat di media massa. Saya akan membaca tulisan itu dan selalu memberi apresiasi positif. Minimal, saya akan menegur dan mengucapkan selamat. Bagi saya, keberhasilan menulis di media massa menunjukkan semangat untuk menjadi seorang penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, saya perlu angkat topi yang setinggi-tingginya pada anak-anak SMA Al-Multazam, yang telah menulis di Radar Mojokerto pada Rubrik Koran Sekolah. Tulisan itu enak dibaca. Terasa mengalir dan sangat ringan. Isinya adalah tentang sosok guru yang bagaimana yang diinginkan oleh siswa. Yaitu guru yang tidak ngebosenin, yang metodenya variatif dan menyenangkan. Siswa tidak suka terhadap guru yang hanya monoton dan (maaf) ngoceh doang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, tulisan feature cenderung opini itu pun berjudul: "Guru Ngoceh Terus, Bosen Ah!!!". Saya geli, agak kaget, dan sedkit was-was membaca judul ini. Kalo guru bisa ngoceh, emang guru itu burung, ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya was-was kalo ada guru yang tersinggung. Apapun yang dilakukan guru, apa pun metodenya, bagaimana pun performansinya, niatnya hanya satu anakku: ingin anak-anaknya mendapatkan ilmu yang diajarkannya. Jadi, mustahil, ada guru yang pantas disamakan dengan burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, ini kan bahasa jurnalistik. Judul yang provokatif dan terkesan menghina itu mungkin dibuat oleh redaksi koran, tanpa ada maksud menghina guru," itulah kata hati saya menghibur diri. Dan saya yakin, tidak ada siswa saya yang dengan sengaja melakukan penghinaan atas gurunya. Semoga saja seperti itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, guru akan merasa senang menyerahkan segenap ilmunya kalau siswa memang membutuhkan, tapi guru akan merasa berat untuk berjalan ke sekolah ketika membayangkan ana-anak didiknya akan cuek dan mengacuhkannya. Kita semua paham, guru manusia biasa, tapi bukan burung yang bisa ngoceh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap semangat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-9019117951897653459?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/9019117951897653459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=9019117951897653459' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/9019117951897653459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/9019117951897653459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2009/01/emang-guru-itu-burung.html' title='Emang, Guru Itu Burung'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-6679620619835595746</id><published>2008-12-24T19:36:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T19:40:16.290-08:00</updated><title type='text'>Olimpiade Fisika tingkat nasional untuk SMA</title><content type='html'>Ada info menarik bagi siswa SMA sederajat dari ITS. Yaitu Olimpiade Fisika tingkat Nasional 2009. Info lengkapnya klik di sini: &lt;a href="http://www.its.ac.id/pengumuman/poster%20pekan%20fisika_.jpg"&gt;http://www.its.ac.id/pengumuman/poster%20pekan%20fisika_.jpg &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ikut ya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-6679620619835595746?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/6679620619835595746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=6679620619835595746' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/6679620619835595746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/6679620619835595746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/12/olimpiade-fisika-tingkat-nasional-untuk.html' title='Olimpiade Fisika tingkat nasional untuk SMA'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-8993214656493184353</id><published>2008-12-04T00:31:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T00:36:00.675-08:00</updated><title type='text'>Sepotong Surat dari Porong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/STeWUjLLxYI/AAAAAAAAAEg/m-0WRdCvYEQ/s1600-h/untitled2.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 114px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/STeWUjLLxYI/AAAAAAAAAEg/m-0WRdCvYEQ/s200/untitled2.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275850768271525250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;MULYOTO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat ini kutujukan buat siapa saja yang masih mampu mendengar&lt;br /&gt;Detak jantungnya sendiri&lt;br /&gt;Mampu mendengar tembang lirih dari relung hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami anak-anak Jatirejo, Renokenango, Siring, dan desa-desa yang&lt;br /&gt;Kena luberan lumpur panas&lt;br /&gt;Apa salah kami hingga sekolah, rumah dan tempat bermain kami tenggelam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa salah kami,&lt;br /&gt;Pagi-pagi kami melihat semuanya lenyap&lt;br /&gt;Tinggal bayang-bayang kenangan yang bikin kami hilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa salah kami?&lt;br /&gt;Hingga burung-burung gagak berputar-putar&lt;br /&gt;Di atas desa kami&lt;br /&gt;Dengan suaranya yang serak?&lt;br /&gt;Sedang kami hanya mampu melihatnya dengan penuh tanda tanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepotong surat ini,&lt;br /&gt;Kukirim buat Bapak Presiden&lt;br /&gt;Yang terhormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon kiranya berkenan&lt;br /&gt;Memberi solusi&lt;br /&gt;Atas apa yang menimpa kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami anak-anak adalah generasi sah negeri ini&lt;br /&gt;Yang berhak hidup layak&lt;br /&gt;Tidak seperti di pengungsian yang kotor dan lembab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak Presiden,&lt;br /&gt;Lihatlah, demi cinta kami kepada Bapak,&lt;br /&gt;Kami tidak rela foto bapak tenggelam juga dalam lumpur&lt;br /&gt;Bapak juga mencintai kami, bukan?&lt;br /&gt;Kami adalah anak-anak pemilik sah negeri ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-8993214656493184353?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/8993214656493184353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=8993214656493184353' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/8993214656493184353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/8993214656493184353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/12/sepotong-surat-dari-porong.html' title='Sepotong Surat dari Porong'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/STeWUjLLxYI/AAAAAAAAAEg/m-0WRdCvYEQ/s72-c/untitled2.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-7309836529509882362</id><published>2008-12-04T00:23:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T00:27:49.297-08:00</updated><title type='text'>Mengembangkan Pariwisata Ramah Lingkungan di Pacet</title><content type='html'>Oleh Mariatul Qibthiyah&lt;br /&gt;Siswi Kelas X SMA Al-Multazam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pacet, merupakan salah satu daerah di Mojokerto yang terkenal dengan pariwisata ramah lingkungan. Antara lain Taman Ubalan, Pemandian Air Panas, dan Air Terjun Coban Canggu. Tidak hanya objek pariwisata itu saja, tetapi pemandangan dan suasana alamnya yang sejuk dan asri membuat orang tertarik untuk mengunjunginya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, tempat wisata itu cocok buat refreshing, penghilang rasa jenuh, atau seringkali sebagai tempat berkemah dan outbond bagi para pelajar. &lt;br /&gt; Tapi, kini ketertarikan pengunjung terhadap objek wisata pacet menurun. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan oleh kurangnya perhatian pemerintah dan   kesadaran masyarakat terhadap kelestarian alam tersebut. &lt;br /&gt;Ubalan, salah satunya. Objek pariwisata tersebut memang dulunya penuh dengan wisatawan. Tapi, sekarang pengunjung pada hari biasa hanya berkisar sebanyak 10-50 orang per hari. &lt;br /&gt;Yang menyebabkan berkurangnya pengunjung adalah wahana permainan yang berkurang dan tidak terawatnya pemandangan. Seperti kolam renang yang kotor dan permainan air yang banyak rusak. Begitu pun Air Terjun Coban Canggu yang sekarang menjadi salah fungsi. Objek pariwisata ini kebanyakan dipenuhi oleh pemuda-pemudi yang berpacaran atau pun berhubungan seks.&lt;br /&gt;Ditambah lagi dengan penebangan pohon secara liar dan pembakaran hutan yang menyebabkan hutan menjadi gundul. Memang, penebangan pohon bertujuan untuk membuka lahan baru untuk pembangunan villa. Tetapi dengan adanya seperti itu malah membuat paru-paru dunia menjadi tak berfungsi karena tidak diadakan reboisasi atau tebang pilih. &lt;br /&gt;Akibatnya terjadilah berbagai bencana alam karena daya resap air pada pohon berkapasitas kecil. Seperti longsor yang terjadi sekitar 5 tahun silam yang memakan banyak korban. Tidak cukup sampai di situ, tetapi juga mengakibatkan banjir lumpur yang meluap sampai daerah Sooko dan sekitarnya. &lt;br /&gt; Untuk itu, pemerintah seharusnya turut campur tangan dengan adanya masalah seperti ini. Tetapi, masyarakat juga harus turut terlibat dalam melestarikan lingkungan hidup. &lt;br /&gt;Pemerintah sebenarnya mempunyai banyak program tentang pengembangan wisata di Mojokerto. Pemandian Air Panas misalnya, kini pemerintah berusaha dengan maksimal untuk memperbaiki wanawisata tersebut pasca longsor.&lt;br /&gt; Selain itu, pemerintah juga mempunyai rencana untuk membangun “Jatim Park 3” di Desa Cembor, Pacet. Yang lebih mengutamakan nilai natural alamnya dan ditambah dengan wahana permainan seperti Jatim Park lainnya. &lt;br /&gt;Ini merupakan berita hangat bagi masyarakat Mojokerto sendiri karena apabila program tersebut terlaksakan, maka akan membawakan pendapatan yang sangat besar sekaligus memperkenalkan Mojokerto kepada masyarakat luar bahwa Mojokerto merupakan kota pariwisata. &lt;br /&gt;Ada juga rencana pembangunan wisata air bernama Arung Jeram sepanjang 2-3 km di aliran Kali Kromong. Sungguh menarik bukan ? Tetapi, semua rencana itu masih dalam tahap “Pembuatan Proposal”. &lt;br /&gt; Memang banyak sekali kendala-kendala dalam pembangunan pariwisata tersebut. Antara lain memerlukan dana yang cukup besar dan Sumber Daya Manusia yang kurang mendukung. &lt;br /&gt;Alangkah baiknya apabila terdapat “Kelompok Sadar Wisata” yang menarik kesadaran masyarakat terhadap Pariwisata Hijau Pacet. Seperti aktivitas ramah tamah terhadap wisatawan lokal dan asing, penjualan bahan makanan yang higienis, perawatan kebersihan lingkungan, dan kelestarian alam. &lt;br /&gt;Dengan adanya perhatian lebih dari pemerintah dan kesadaran masyarakat akan mendukung terwujudnya pembangunan pariwisata ramah lingkungan. “Sadar wargaku, lestari alamku”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-7309836529509882362?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/7309836529509882362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=7309836529509882362' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/7309836529509882362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/7309836529509882362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/12/mengembangkan-pariwisata-ramah.html' title='Mengembangkan Pariwisata Ramah Lingkungan di Pacet'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-7628490175115648269</id><published>2008-12-04T00:17:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T00:21:47.083-08:00</updated><title type='text'>Mencari Ikon Baru untuk Mojokerto</title><content type='html'>Risyda Zulfiyatush Sholihah&lt;br /&gt;Siswa Kelas XI SMA Al-Multazam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mojokerto adalah salah satu daerah yang berada di Propinsi Jawa Timur. Sebuah daerah yang tidak terlalu besar tetapi pernah meraih Adipura. Meskipun tidak terlalu besar, tidak disangka kota ini memeiliki potensi besar sebagai pengembangan pariwisata dalam negeri.&lt;br /&gt;Konon, Mojokerto terkenal sebagai “Kota Onde – Onde”. Hal itu dikarenakan makanan khas Mojokerto adalah onde–onde. Selain itu, masyarakat daerah lain mengenal bahwa onde–onde itu lahir dari Mojokerto. Jadi sudah selayaknya onde–onde dijadikan sebagai ikon Mojokerto. &lt;br /&gt;Tetapi pada kenyata-annya pada saat ini, seiring perkembangan zaman onde–onde sudah terkikis keberadaannya. Kentucky, pizza, spaghetty, hamburger dan lain – lain adalah sebagian contoh dari beribu makanan asing yang telah menggeser posisi onde – onde. &lt;br /&gt;Hal itu sudah tidak bisa disangkal lagi karena kebanyakan masyarakat terutama remaja akan merasa bangga kalau mereka dapat atau pernah mengkonsumsi makanan–makanan asing tersebut daripada onde – onde yang notabenenya merupakan ikon daerah sendiri. &lt;br /&gt;Hal ini memang kecil kelihatannya, tetapi apabila hal itu terus dibiarkan maka secara berangsur–angsur kebanggaan kita akan ikon onde–onde akan terkikis dan lama kelamaan akan menjadi hilang. &lt;br /&gt;Memang tidak seharusnya kita menutup diri dari budaya asing dari segi apapun tetapi alangkah arifnya apabila sebagai generasi muda bangsa dapat mengontrol diri untuk mempertahankan ikon Mojokerto. &lt;br /&gt;Hingga kini ikon Mojokerto “Onde–Onde” hanya tinggal namanya saja, tanpa ada kebanggaan yang terkandung di dalamnya. Baru –baru ini muncul isu ikon baru untuk Mojokerto, yaitu Mojokerto sebagai “ Kota Sepatu”. Hal ini dikarenakan kebanyakan para wirausahawan di Mojokerto membuka usaha industri sepatu sehingga kini Mojokerto terkenal karena produksi sepatunya. &lt;br /&gt;Tetapi ikon “Kota Sepatu” bagi Mojokerto agaknya kurang tepat karena sepatu di Mojokerto belum mempunyai ciri khas. Selain itu, masih banyak daerah lain yang terkenal karena sepatunya. Misalnya Sidoarjo, Surabaya, dan Jombang. Bahkan kota tersebut lebih besar dan lebih terkenal akan produksi sepatunya daripada Mojokerto. Dengan demikian, “Kota Sepatu” sebagai ikon Mojokerto sebenarnya kurang tepat karena hal ini tidak menampakkan kekhasan dari Mojokerto. Hal ini dapat dijadikan nilai minus bagi Mojokerto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ikon Baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ikon adalah suatu lambang yang mengandung nilai kebanggan yang tersirat di dalamnya. Jadi apabila ingin mencari ikon bagi Mojokerto maka sudah seharusnya kita menelaah atau mengambil dari apa yang telah dimiliki oleh Mojokerto. &lt;br /&gt;Sampai saat ini Mojokerto terkenal sebagai daerah yang menjadi pusat Kerajaan Mojopahit. Kerajaan yang pernah jaya menguasai Nusantara di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk dan patihnya, Gajah Mada. Trowulan sebagai pusat kerajaan Mojopahit tentunya memiliki nilai historis yang tinggi. Dari Trowulan inilah nantinya dapat dikembangkan sebagai wisata budaya di Mojokerto. Karena selain memiliki nilai historis yang tinggi, masyarakat di Indonesia bahkan dunia mengenal bahwa pusat Kerajaan Mojopahit itu dulunya ada di Mojokerto. Jadi dari sini dapat disimpulkan bahwa Mojokerto mendapatkan ikon baru yaitu “Mojokerto sebagai Wisata Mojopahit”. &lt;br /&gt;Di daerah Trowulan banyak sekali masyarakat yang menjalani usaha sebagai pemahat patung. Jika dilihat dari sisi ekonomi, tentu ini akan turut menambah devisa Mojokerto. &lt;br /&gt;Tetapi dalam segi pariwisatanya, tentu hal ini merupakan fenomena yang bagus. Dari kenyataan yang ada, para pemahat patung tersebut memang mempunyai andil yang besar bagi majunya wisata majapahit Mojokerto karena dulunya Mojopahit adalah kerajaan hindu. Tetapi banyak patung – patung pahatan mereka yang dikirimkan ke luar jawa atau bahkan ke luar negeri. Kebanyakan dari mereka mengirim patung – patung tersebut ke Bali. Dan di Bali, patung – patung tersebut dikumpulkan untuk mengadakan pameran budaya Mojopahit. &lt;br /&gt;Padahal pada kenyataannya, para pemahat patung masyarakat Bali itu tidak bisa memahat patung sebagus apa yang telah dipahat oleh orang Mojokerto. Hal ini dapat membahayakan bagi Mojokerto dari segi apapun. Dari segi devisa, Mojokerto akan kehilangan kesempatan untuk dikenal dan diakui oleh masyarakat dunia sebagai sentral Kerajaan Mojopahit. Sehingga itu dapat meminimaliskan para wisatawan asing maupun wisatawan domestik yang ingin mengetahui tentang Mojopahit. &lt;br /&gt;Dari segi budaya, tentu hal itu mempunyai dampak negatif yang besar karena secara tidak langsung budaya itu kan hilang dan tamatlah ikon “Mojokerto sebagai Wisata Mojopahit”.&lt;br /&gt;“Hingga kini ikon Mojokerto “Onde–Onde” hanya tinggal namanya saja, tanpa ada kebanggaan yang terkandung di dalamnya. Baru –baru ini muncul isu ikon baru untuk Mojokerto, yaitu Mojokerto sebagai “ Kota Sepatu”. Hal ini dikarenakan kebanyakan para wirausahawan di Mojokerto membuka usaha industri sepatu sehingga kini Mojokerto terkenal karena produksi sepatunya.”&lt;br /&gt;Dalam rangka mengembangkan wisata Mojopahit, alangkah baiknya apabila pemerintah mau mengulurkan tangannya bagi para pemahat patuung tersebut. Misalnya dengan cara mengumpulkan para pemahat kayu dalam satu forum dan dari hasil pahatan tersebut akan diadakan pameran patung yang identik dengan budaya Indonesia. Program ini tentunya memiliki banyak dampak positif misalnya para pemahat patung tersebut akan merasa terbantu dari segi ekonomi kehidupan dan dalam diri mereka nantinya akan muncul rasa kebanggaan tersendiri karena mereka ikut andil dalam melestarikan budaya Mojopahit yang dibanggakan oleh Mojokerto. &lt;br /&gt;Dari segi pemerintah pun memiliki dampak yang positif juga. Misalnya pemerintah dapat turut andil dalam memecahkan masalah pengangguran karena para pemahat patung tersebut tentunya akan merasa dipandang dan diperhatikan apabila mereka dikumpulkan dalam suatu lembaga yang bergerak dalam kesenian pahat memahat. &lt;br /&gt;Jadi mereka akan merasa bangga dan apabila mereka merasa bangga maka akan tumbuh kreativitas yang lebih menarik lagi dan akan tercipta keindahan untuk mempercantik peninggalan Mojopahit tersebut. Selain itu dapat juga menambah pemasukan bagi pemerintah daerah Mojokerto karena dari patung – patung yang telah mereka pahat dapat dikumpulkan dan dapat diadakan pameran patung. Dari pameran itulah akan banyak para wisatawan baik itu wisatawan domestik maupun wisatawan asing yang berkunjung untuk melihat pameran patung tersebut. &lt;br /&gt;Dengan demikian, ikon Mojokerto yang sesungguhnya adalah Wisata Mojopahit karena tidak ada daerah di bumi pertiwi ataupun di daerah belahan dunia yang lain yang memiliki peninggalan Kerajaan Mojopahit yang lebih tinggi dari Mojokerto. &lt;br /&gt;Bagaimana pendapat Anda? []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-7628490175115648269?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/7628490175115648269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=7628490175115648269' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/7628490175115648269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/7628490175115648269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/12/mencari-ikon-baru-untuk-mojokerto.html' title='Mencari Ikon Baru untuk Mojokerto'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-4677751408682918845</id><published>2008-12-04T00:02:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T00:13:40.807-08:00</updated><title type='text'>Blog sebagai Media Pembelajaran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/STeQ-0H3AeI/AAAAAAAAAEY/x9bc-tU1mlU/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/STeQ-0H3AeI/AAAAAAAAAEY/x9bc-tU1mlU/s200/untitled.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275844897305723362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;MULYOTO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping membawa dampak negatif, teknologi internet sebenarnya juga menawarkan banyak hal positif. Lewat website pribadi (blog), misalnya, kita dapat mempublikasikan pikiran kita secara bebas dalam waktu cepat yang bisa diakses secara luas. Interaksi antarblogger sebagai sesama insan belajar terjadi dengan intensif, melampaui batas-batas ruang dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks pembelajaran berbasis baca tulis, media blog layak untuk kita akomodasi dalam kegiatan pembelajaran. Teknisnya, siswa diberi tugas untuk mencari dan membaca informasi dari internet. Selanjutnya, hasil bacaannya itu harus ditulis dan dipublikasikan ke dalam blog.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah pembelajaran berbasis baca tulis ini saya adopsi dari istilah Hernowo yang terkenal dengan teknik mengikat makna. Menurutnya, untuk dapat mengikat makna dari apa-apa yang kita baca, kita harus melanjutkan kegiatan membaca itu dengan menulis. &lt;br /&gt;Ternyata, cara ini cukup efektif. Saya telah mencoba menerapkan metode pembelajaran ini dalam kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik di SMP Negeri 1 Kota Mojokerto pada kelas SBI (Sekolah Bertaraf Internasional). Terlihat jelas, kegiatan belajar menjadi hidup. Siswa terpacu untuk mengekspresikan diri dalam bentuk tulisan, baik berita, opini, puisi, kisah pribadi, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghasilkan tulisan, aktivitas membaca yang dilakukan siswa tidak sekadar bersifat konsumtif. Kegiatan mereka adalah kegiatan produktif, yaitu menghasilkan karya tulis. Akibatnya, secara bertahap kualitas intelektual siswa meningkat. Ini terlihat dari kemampuan mereka membuat tulisan yang runtut, logis dan sistematis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, tulisan siswa memang terkesan seadanya. Ada yang sekadar mem-publish puisi cinta. Ada yang mencoba menulis berita bercampur opini tentang kegiatan sekolah. Bahkan ada yang menulis kisah sedih tentang temannya yang menderita leukimia.&lt;br /&gt;Jangan dipatahkan dengan vonis jelek. Beri apresiasi secara positif. Ungkap kelebihan-kelebihannya, dan beri motivasi untuk membuat tulisan yang lebih baik. Begitu seterusnya, melalui latihan berulang-ulang, siswa akan mengalami kemajuan yang pesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, selama ini dunia pendidikan kita belum banyak memberi ruang ekspresi bagi anak didik. Pembelajaran sering berjalan satu arah: dari guru ke siswa. Dalam pembelajaran seperti ini, anak didik diperlakukan sebagai botol kosong yang mesti diisi oleh guru. Siswa sebagai pencari ilmu bersikap menunggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, hasilnya adalah anak-anak yang manis tapi gagu menatap masa depan. Ketika lulus dan mendapati dunia kerja yang jauh dari bayangan, mereka tidak mampu berbuat apa-apa. Alih-alih menciptakan lapangan kerja, mereka menjadi pengangguran yang menjadi beban negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, metode pembelajaran yang demikian harus kita ubah. Di era informasi, dunia berubah dengan sangat cepat. Ilmu pengetahuan dan teknologi sama cepatnya bergerak maju. Dalam kondisi begini, tentu tidak relevan lagi kita menjejalkan ilmu kepada anak didik. Yang terpenting, anak didik harus memiliki ketrampilan mencari dan mengembangkan ilmu itu secara mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pembelajaran yang merangsang siswa untuk berpikir melalui media blog, kiranya bisa dijadikan salah satu alternatif. Bagaimana menurut Anda? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dimuat di Surya, 3 Desember 2008)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-4677751408682918845?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/4677751408682918845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=4677751408682918845' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/4677751408682918845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/4677751408682918845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/12/blog-sebagai-media-pembelajaran.html' title='Blog sebagai Media Pembelajaran'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/STeQ-0H3AeI/AAAAAAAAAEY/x9bc-tU1mlU/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-7561794995937681389</id><published>2008-11-20T00:59:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T01:06:31.805-08:00</updated><title type='text'>Rumah Pertama</title><content type='html'>Jangan tanyakan lagi,&lt;br /&gt;angin yang spoi&lt;br /&gt;seperti panah beracun yang merajam tubuhku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari saat bangun&lt;br /&gt;kucari garis-garis matahari&lt;br /&gt;bakarlah rasa sakit bersama bidadari yang pergi tadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan tanyakan lagi&lt;br /&gt;perih ini, luka ini&lt;br /&gt;harus kuhapus dengan apa&lt;br /&gt;dengan mantra segala dupa&lt;br /&gt;atau biarkan tuk nikmati saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari selalu begini&lt;br /&gt;setelah malam terlelap bersama mimpi-mimpi&lt;br /&gt;yang tak berarti&lt;br /&gt;seperti film tanpa sutradara&lt;br /&gt;menyala dalam gelap&lt;br /&gt;yang muncul seenaknya&lt;br /&gt;mimpi apa ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hidup terasa penat amat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-7561794995937681389?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/7561794995937681389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=7561794995937681389' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/7561794995937681389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/7561794995937681389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/11/rumah-pertama.html' title='Rumah Pertama'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-5858327955758907266</id><published>2008-11-05T23:07:00.000-08:00</published><updated>2008-11-05T23:14:21.878-08:00</updated><title type='text'>Kiat Bikin Presentasi</title><content type='html'>Kalau suatu saat karya tulis kamu masuk nominasi dan kamu dipanggil untuk presentasi, maka kamu harus siap. Tentu saja, kesiapan itu meliputi penguasaan materi, media presentasi dan teknik menjawab pertanyaan dewan juri.&lt;br /&gt;Berikut beberapa tips tentang teknik presentasi.&lt;br /&gt;1. Batasi waktu, jangan terlalu berpanjang lebar. Biasanya, 15 menit sudah cukup. Sebelum tampil, usahakan benar-benar sudah dicek waktu presentasi tepat waktu 5 menit.&lt;br /&gt;2. Gambar atau foto, atau denah lebih berbicara daripada kata-kata tertulis. Makanya, usahakan dalam presentasi kamu, ditampilkan gambar, foto maupun denah.&lt;br /&gt;3. Ucapkan kata-kata, kalimat-kalimat saat presentasi secara sistematis, logis, singkat dan padat.&lt;br /&gt;4. Harus terbuka saat menerima kritik dari dewan juri. Pada dasarnya, kita harus tahu arah pertanyaan dewan juri: menguji, benar-benar bertanya karena tidak tahu, atau untuk memberi masukan. Kalau tujuannya memberi masukan, dan itu baik, kamu tidak boleh menolaknya dengan ngotot bahwa pendapatmu yang paling benar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-5858327955758907266?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/5858327955758907266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=5858327955758907266' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/5858327955758907266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/5858327955758907266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/11/kiat-bikin-presentasi.html' title='Kiat Bikin Presentasi'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-955527072581431816</id><published>2008-09-07T19:29:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T19:43:29.229-07:00</updated><title type='text'>Belajar Berbasis Baca Tulis, Sebuah Pendekatan Efektif</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SMSREz1XT0I/AAAAAAAAADw/ikMSVDtCTro/s1600-h/untitled2.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SMSREz1XT0I/AAAAAAAAADw/ikMSVDtCTro/s200/untitled2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243475377985638210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mulyoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah menurut saya metode belajar yang efektif: belajar berbasis baca tulis. Dalam belajar, kita mesti banyak membaca. Membaca apa saja: buku, majalah, teks, buku pelajaran, buku matemayika, fisika, novel, koran, cerpen. Apa saja. Juga membaca alam sekitar, kejadian-kejadian keseharian. Nah, kalau kita sudah banyak membaca apa-apa yang menjadi pusat perhatian kita, biasanya proses selanjutnya adalah kontemplasi atau perenungan. Di sini pikiran dan perasaan kita mereaksikan apa-apa yang kita baca, menganalisis dan mensintesis serta mengendapkan intisari ilmu pengetahuan dan makna-makana baru. Inilah yang kemudian harus kita tuliskan. Kita ekspresikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku saya berjudul: "Hari Ini Gak Punya Majalah Sekolah? Bikin, Yuk! (Andi Yogya, 2007) hal ini telah saya bahas. Dalam konteks ini, majalah sekolah menjadi urgen sebagai salah satu media ekspresi diri para siswa. Jadinya, siswa tidak sekadar melakukan kegiatan baca, tetapi berlanjut hingga menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman, metode belajar yang mengoptimalkan kegiatan baca sekaligus menulis ini sangat efektif. Hasilnya lebih bermakna, dan mampu meningkatkan kualitas intelektual kita. Mau coba? Gampang aja. Jangan takut menulis, mengekspresikan pikiran dan perasaan. Entah itu lewat majalah sekolah, mading, blog, atau bahkan diary. Ungkapkan dengan bebas apa-apa yang mengendap dalam pikiran dan perasaanmu!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-955527072581431816?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/955527072581431816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=955527072581431816' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/955527072581431816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/955527072581431816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/09/belajar-berbasis-baca-tulis-sebuah.html' title='Belajar Berbasis Baca Tulis, Sebuah Pendekatan Efektif'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SMSREz1XT0I/AAAAAAAAADw/ikMSVDtCTro/s72-c/untitled2.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-3754128164877881240</id><published>2008-08-21T05:22:00.000-07:00</published><updated>2008-08-21T05:29:28.618-07:00</updated><title type='text'>Hanya Puisi</title><content type='html'>Mulyoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya menulis puisi&lt;br /&gt;Mau gimana lagi&lt;br /&gt;Ketika kemarau membakar pohon jati&lt;br /&gt;dan kelelahan merambat di sepanjang pembuluh darah&lt;br /&gt;aku hanya bisa pasrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai jantungku&lt;br /&gt;berat nian kerjamu untuk menopangku&lt;br /&gt;Maaf, aku hanya bisa bikin puisi&lt;br /&gt;Apalah maknanya&lt;br /&gt;Mungkin tak ada&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-3754128164877881240?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/3754128164877881240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=3754128164877881240' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/3754128164877881240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/3754128164877881240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/08/hanya-puisi.html' title='Hanya Puisi'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-3104633022826345736</id><published>2008-08-14T19:43:00.000-07:00</published><updated>2008-08-14T19:51:28.036-07:00</updated><title type='text'>Puisi di Hari Kemerdekaan</title><content type='html'>Mulyoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sepanjang Jl. nawawi&lt;br /&gt;Hingga majapahit di pusat kota&lt;br /&gt;Ketika bendera berkibar-kibar berderet-deret&lt;br /&gt;Ada deru dari tiupan angin dingin musim kemarau&lt;br /&gt;Aku mash bisa mendengarmu&lt;br /&gt;sayup-sayup ketika teriakan merdeka membahana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau kini tinggal tulang-tulang diliputi debu, kata Chairil Anwar&lt;br /&gt;Namun engkau adalah kepunyaan kami&lt;br /&gt;Biarlah jam dinding berdetak&lt;br /&gt;Seperti detak jantungku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau tetap kukenang&lt;br /&gt;hanya dengan menundukkan kepala&lt;br /&gt;dan menggemuruhkan dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ini yang kubisa&lt;br /&gt;menulis puisi tanpa sistematika&lt;br /&gt;tanpa jiwa (?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, pahlawanku&lt;br /&gt;aku tahu, kau tak berharap apa-apa&lt;br /&gt;tapi aku hanya bisa berdoa&lt;br /&gt;semoga Allah menempatkanmu di dalam rengkuh kasih-Nya&lt;br /&gt;Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meredeka!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-3104633022826345736?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/3104633022826345736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=3104633022826345736' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/3104633022826345736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/3104633022826345736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/08/puisi-di-hari-kemerdekaan.html' title='Puisi di Hari Kemerdekaan'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-7946682979401570088</id><published>2008-08-04T04:10:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T04:19:44.471-07:00</updated><title type='text'>Informasi untuk KIR SMP Negeri 1 Kota Mojokerto</title><content type='html'>Berhubung sebagian besar siswa kelas 7 dan 8 berminat untuk ikut KIR dan rasanya tidak tega untuk menolak minat itu, disepakati dengan Pak Mulib bahwa kelas 7 dan 8 program SBI semua ikut kegiatan KIR akan tetapi dipecah jadi dua kelas.&lt;br /&gt;1. Kelas I: khusus untuk kelas 7A dan 7B dengan fokus kegiatan kepenulisan jurnalistik (jadwal minggu pertama dan ketiga)&lt;br /&gt;2. Kelas II: khusus untuk kelas 8A dan 8B dengan fokus kegiatan karya tulis ilmiah (jadwal minggu kedua dan keempat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih dan tetap semangat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-7946682979401570088?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/7946682979401570088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=7946682979401570088' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/7946682979401570088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/7946682979401570088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/08/informasi-untuk-kir-smp-negeri-1-kota.html' title='Informasi untuk KIR SMP Negeri 1 Kota Mojokerto'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-9209997375210821947</id><published>2008-07-27T19:49:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T20:02:00.950-07:00</updated><title type='text'>Bagian-Bagian Karya Tulis Kajian Pustaka</title><content type='html'>Cover&lt;br /&gt;Halaman Pengesahan&lt;br /&gt;Abtrak&lt;br /&gt;Daftar Isi&lt;br /&gt;Daftar Tabel (bila ada)&lt;br /&gt;Daftar Gambar (bila ada)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I PENDAHULUAN&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;B. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;C. Tujuan&lt;br /&gt;D. Manfaat&lt;br /&gt;E. Metode Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II PEMBAHASAN&lt;br /&gt;A. Judul sesuai dengan Rumusan Masalah 1&lt;br /&gt;B. Judul sesuai dengan Rumuasn Masalah 2&lt;br /&gt;C. dan sterusnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III PENUTUP&lt;br /&gt;A. Kesimpulan&lt;br /&gt;B. Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas untuk KIR SMP Negeri 1 Mojokerto: Buat judul, dan point-point pada pendahuluan meliputi: latar belakang, rumusan masalah, tujaun, manfaat, dan metode penelitian.&lt;br /&gt;Diketik dengan komputer Word dan dikirim ke email: berlianaputri@yahoo.com, atau boleh ditulis tangan dan dikumpulkan hari Kamis pukul 13.30. Tugas ini akan dijadikan bahan seleksi untuk menentukan peserta KIR yang benar-benar berminat dan punya potensi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-9209997375210821947?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/9209997375210821947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=9209997375210821947' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/9209997375210821947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/9209997375210821947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/07/bagian-bagian-karya-tulis-kajian.html' title='Bagian-Bagian Karya Tulis Kajian Pustaka'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-3306501253299299560</id><published>2008-07-18T18:36:00.000-07:00</published><updated>2008-07-18T19:04:26.440-07:00</updated><title type='text'>Menulis, Untuk Apa?</title><content type='html'>Ada orang yang pinter menulis. Ada yang tidak. Jangankan menulis artikel atau cerpen, menulis diary saja macet. Kok bisa, ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, orang trampil menulis atau tidak, semua tergantung latihan. Kalau mau berlatih, pasti menulis menjadi kegiatan yang gampang. Tapi kalau gak mau berlatih, gak mau mencoba praktik, ya selamanya menulis hanya menjadi cita-cita dan angan-angan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman sich, motivasi sangat penting bagi seorang penulis. Mau jadi penulis, apa motivasimu? Seberapa kuat motivasi itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya terus terang, motivasi dalam menulis adalah untuk mendapat uang. Saya sebenarnya kurang berbakat menjadi penulis. Suatu hari saya membaca majalah, dan pada ruang pembaca ada tanya jawab soal honor tulisan di majalah itu. Saya baru tahu, kalau majalah itu menerima tulisan dari pembaca dan ada honor bagi penulis yang tulisannya dimuat. Pikir saya, berarti saya bisa cari uang dari menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, saya masih SMA kelas I.  Saya anak petani dan merasa kurang cakap menjadi petani. Jujur, fisik saya tidak kayak ayah saya yang kuat. Saya juga tidak seperti kakak saya yang trampil bekerja. Saya gampang sakit kalau kena panas terik di sawah yang terbentang. Jadi, bayangan saya, kalau saya bisa cari uang dari menulis, saya bisa tunjukkan bahwa untuk bisa hidup tidak harus dengan bekerja menggunakan otot. Pakai otak juga bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sejak itu saya menjadi tekun membaca berbagai majalah. Saya pelajari secara langsung,  kayak apa sih, artikel dan cerpen yang dimuat.  Dari  belajar secara  otodidak, akhirnya beberapa tulisan saya kirim juga. Berkali-kali tidak ada kabarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu saat, semua kelelahan, semua penat, semua rasa putus asa, seolah sirna ketika tulisan pertama saya dimuat. Benar, dapat uang. Saat itu, tahun 1988, honor sebuah artikel di majalah terbitan ibukota sebesar Rp 25.000. Suatu jumlah yang sangat fantastis. Perbandingannya, upah ayah saya kalau disuruh orang mencangkul sawah, satu hari R 1500.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang lebih  penting,  ternyata  bukan saja  soal  uang  yang  membuat  saya  tambah semangat.  Ada kebahagiaan yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Benar, bahagia sekali rasanya. Serasa seperti bermimpi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ajaib, dengan semangat yang tinggi, akhirnya saya mempunyai keberanian untuk kuliah. Nanti, saat kuliah, saya akan membiayai hidup dan kuliah di Malang dengan menjadi penulis. itulah tekad saya. Sebuah tekad yang kalau saya kenang sekarang merupakan sebuah keajaiban. Kadang, terasa mustahil bahwa saya akhirnya bisa selesai kuliah, kini jadi guru, bahkan baru saja menyelesaikan S2. Semua ini berangkat dari sebuah tekad yang muncul karena saya akan menjadi penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, saat menjadi guru, semangat saya masih terus menyala. Baik menulis di Kompas, menulis buku, maupun menulis di weblog ini. Saya menulis dengan motivasi yang lebih kuat. selain untuk uang, ya untuk kepuasan. Rasanya plong, kalau uneg-uneg sudah tersalurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pendapat Anda?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-3306501253299299560?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/3306501253299299560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=3306501253299299560' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/3306501253299299560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/3306501253299299560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/07/menulis-untuk-apa.html' title='Menulis, Untuk Apa?'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-5194874038614727382</id><published>2008-07-14T18:05:00.000-07:00</published><updated>2008-07-14T18:26:31.249-07:00</updated><title type='text'>Romantika pada Saat MOS</title><content type='html'>Sebenarnya, di balik kesan serem yang muncul pada saat MOS, kadang muncul juga kesan romantis. Banyak kenangan yang bisa diingat saat MOS: baik kenangan pahit, lucu, haru, maupun kenagan-kenangan lain yang seru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka lalui saja masa itu dengan semangat. Jangan merasa beban dengan segala tugas ini dan itu. Jalani dengan anggapan bahwa semua kegiatan sudah dirancang dengan tujuan baik. Yaitu membekali diri untuk bisa masuk dalam sebuah lngkungan yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau nurutin kejengkelan hati, kadang ya bete juga. Gimana gak jengkel, datang ke sekolah harus pagi-pagi sekali. Udah gitu, kita mesti membawa ini itu yang kadang hanya mengada-ada. Bawa kacang ijo dengan jumlah yang ditentukan sebanyak 1111 1/3. Emang gak repot ngitung sampai seribu sebelas sepertiga. Apa maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah kadang kita mesti kreatif. Kalau kita gak ingin repot-repot menghitung, ya bawa aja kacang ijo dengan perkiraan, gak usah dihitung. Nanti kalau ditanya, bilang klau jumlahnya sudah segitu. Kalau senior gak percaya, hitung aja sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak romantika saat MOS. Anda punya pengalaman lucu, seru, haru, sebel, atau apa pun soal MOS? Tulis aja pada komentar di bawah ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-5194874038614727382?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/5194874038614727382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=5194874038614727382' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/5194874038614727382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/5194874038614727382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/07/romantika-pada-saat-mos.html' title='Romantika pada Saat MOS'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-8204370155994481241</id><published>2008-07-11T22:13:00.000-07:00</published><updated>2008-07-11T22:33:13.513-07:00</updated><title type='text'>LKTI dan LKWU SLTA se Indonesia</title><content type='html'>Berhubung banyaknya peminat yang bertanya tentang LKTI dan LKWU yang digelar oleh Magistra Utama pada tahun 2008/2009, berikut saya kutipkan informasi penting dari brosur lomba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-Syarat Umum:&lt;br /&gt;1. Peserta adalah siswa/siswi kelas I, II atau III SLTA (SMA/SMK/MA)&lt;br /&gt;2. Karya tulis tansendiri, bukan saduran atau terjemahan atau duplukasi dari karya orang lain.&lt;br /&gt;3. Naskah belum pernah dipublikasikan atau dilombakan.&lt;br /&gt;4. Naskah dikirim lewat pos kepada Panitia LKTI &amp;amp; LKWU Magistra Utama, PO Box 141 malang 65100.&lt;br /&gt;5. Naskah minimal 40 halaman, diketik komputer 1,5 spasi, kuarto/A4, disertai biodata penulis dan tanda tangan guru pembimbing dari sekolah (berstempel), fotocopy raport semesrter terakhir &amp;amp; foto 4x6 berwarna 2 buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Khusus LKTI&lt;br /&gt;a. Naskah berbentu esay atau hasil penelitian empiris.&lt;br /&gt;b. Wajib menyebutkan daftar pustaka. Isi bersifat ilmiah populer atau hasil penelitian teknologi tepat guna.&lt;br /&gt;c. Kriteria penilaian: kesesuaian judul, isi dan maksud tulisan, aktualitas mtode penulisan, mencerminkan semangat anak muda menyongsong masa depan gemilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat khusus LKWU&lt;br /&gt;a. Wajib menunjukkan hasil karya, mulai dari proses pembuatan sampai penggunaan alat atau bahan tersebut.&lt;br /&gt;Telah diuji coba dan dianalsis hasilnya dan tidak membahayakan, jika masuk final, peserta wajib membawa sampel produk.&lt;br /&gt;Naskah disertai rencana publikasi dan pemasarannya.&lt;br /&gt;Kriteria penilaian: nilai manfat prduk, nilai ekonomis, orisinalitas, nilai kreativitas, mencerminkan semangat anak muda menyongsong masa depan gemilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiah Total:&lt;br /&gt;24,5 juta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-8204370155994481241?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/8204370155994481241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=8204370155994481241' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/8204370155994481241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/8204370155994481241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/07/lkti-dan-lkwu-slta-se-indonesia.html' title='LKTI dan LKWU SLTA se Indonesia'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-5213033236469791059</id><published>2008-07-10T22:57:00.000-07:00</published><updated>2008-07-10T23:19:22.556-07:00</updated><title type='text'>Sepasang Mata Kosong</title><content type='html'>Tiap ajaran baru, saya menjadi salah satu interviwer bagi calon siswa baru dan orang tuanya. Di sekolah kami, seleksi bagi calon siswa baru memang tidak hanya berdasarkan nilai ujian nasional (SKHU), melainkan juga dari tes tulis dan tes wawancara. Meski nilai ujian nasionalnya tinggi, kalau nilai tes tulis dan wawancara jeblog, calon siswa bisa gigit jari alias terdegradasi dari rangking yang lulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski bobotnya sedikit (10%), panitia sudah berusaha agar hasil tes wawancara bersifat objektif. Maka pertanyaan dan pedoman jawab serta penskorannya dibuat sedemikian rupa. Saya menggunakan instrumen itu untuk mengajukan pertanyan demi pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sudah biasa, maka wawancara berjalan lancar-lancar saja. Hingga suatu saat, ada seorang bapak justru mengajukan pertanyaan kepada saya. "Pak, kalau anak saya diterima di sekolah ini, berapa biaya yang harus saya keluarkan untuk keperluan daftar ulang dan sumbangan dana pengembangan sekolah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun menjawab dengan lancar. Tidak ada masalah. Uang seragam, uang awal tahun ajaran baru sekitar Rp 400.000,00. Lalu uang pengembangan sekolah minimal Rp1.800.000,00 dibayar separuh dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu lancarnya saya menjawab, sampai saya tidak begitu memperhtikan respon si Bapak. Saya baru tersadar akan adanya masalah ketika melihat si Bapak tiba-tiba bengong dengan pandangan kosong. Mata itu masih memandang saya, tapi terlihat pandangannya jauh, entah ke mana. Bibirnya bergetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika kuajukan beberapa pertanyaan kepadanya, dia tidak menjawab apa-apa. Pikiranya lagi blank. Lalu dia bergumam, "Mahal sekali, ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terdiam. Pendidikan memang mahal, apalagi bagi orang-orang yang kurang beruntung seperti Bapak ini. Entahlah, saya menjadi kurang bersemangat melakukan wawancara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-5213033236469791059?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/5213033236469791059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=5213033236469791059' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/5213033236469791059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/5213033236469791059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/07/sepasang-mata-kosong.html' title='Sepasang Mata Kosong'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-5095124494838613638</id><published>2008-07-10T19:55:00.000-07:00</published><updated>2008-07-10T20:13:22.717-07:00</updated><title type='text'>Kekerasan Berbalut Pendidikan</title><content type='html'>Mulyoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para siswa senior, para guru pembina harus waspada. MOS membuka peluang munculnya kekerasan. Meski kadang kekerasan itu kadang dibalut dengan kata-kata manis: untuk mendidik, untuk membina, untuk mendisiplinkan ataupun untuk melatih mental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan maksud saya untuk menolak MOS. Saya hanya setuju bhawa MOS harus steril dari kegiatan yang bernuansa otoriter dan pemaksaan, baik secara fisik maupun mental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era sekarang itu era demokrasi. Era yang justru menghargai keterbukaan, keberanian berpendapat, dan keberanian mengembangkan kreativitas. Adik-adik Anda harus Anda didik untuk jadi anak yang berani, dan bukan penakut. Apalagi yang serba pasrah untuk melakukan perintah. Justru dialog harus dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sering saya tehaskan dalam setiap kali MOS. Meski di lapangan sering kurang direspons, saya tidak lelah-lelahnya dan tidak akan bosan untuk tetap berteriak: hindari kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada anggapan, saya terlalu demokratis. Atau terlalu lemah dalam melakukan proses penggemblengan. Ada celetuk, bahkan, "wah, nggak seru Pak!" Tapi, saya tetap yakin bahwa MOS bukan soal seru apa tidak. Tetapi soal, bisa enggak kita menampilkan model pembinaan yang humanistik, elegan, kreatif, dan bukan pembinaan yang berbau militeristik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar mengingatkan, kekerasan dalam MOS sejatinya tidak lepas dari jerat hukum. apalagi yang berdampak pada jatuhnya kurban. Bisa terkena pasal penganiayaan, maupun kelalaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita bisa menjalankan peran ini dengan baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-5095124494838613638?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/5095124494838613638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=5095124494838613638' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/5095124494838613638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/5095124494838613638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/07/kekerasan-berbalut-pendidikan.html' title='Kekerasan Berbalut Pendidikan'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-5139615456004051514</id><published>2008-07-10T19:20:00.000-07:00</published><updated>2008-07-10T19:40:55.687-07:00</updated><title type='text'>MOS Bukan Ajang Balas Dendam</title><content type='html'>MOS (Masa Orientasi Siswa) bukan ajang balas dendam. Kegiatan awal tahun pembelajaran ini merupakan kegiatan yang ditujukan untuk memberi bekal kepada siswa baru agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, MOS bukan arena perploncoan, apalagi kekerasan bermotif balas dendam," tegas Mulyoto dalam rapat koordinasi panitia MOS di Aula SMKN 1 Pungging Kamis (10/7). Menurut Ketua MOS ini, paradigma yang kita gunakan adalah paradigma kasih sayang. Apa pun yang kita rancang, apa pun kegiatan yang kita gelar dalam MOS, semuanya harus bersifat mendidik, sebagai refleksi kasih sayang senior terhadap yunior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, dia mewanti-wanti agar para senior tidak over acting. "Setiap tindakan harus direncanakan, dikoordinasikan secara detil dan matang," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MOS SMK Negeri 1 Pungging memang agak berbeda dengan MOS sekolah lain. Dari sisi waktu, di sini lebih lama, selama 2 minggu penuh. Selama seminggu dipergunakan untuk kegiatan ceramah, diskusi, permainan, dan out bond. Seminggu berikutnya khusus untuk kegiatan PBB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penekanannya adalah pembentukan kedisiplinan dan penggemblengan fisik. "Sebagai sekolah teknik, SMK Negeri 1 Pungging memang berusaha mencetak siswa yang utuh. tidak saja cerdas, tapi juga kuat fisik dan mentalnya, dan terutama memiliki disiplin yang tinggi," kata Kapala Sekolah Drs. KH Syihabul Irfan Arief, M.Pd.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-5139615456004051514?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/5139615456004051514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=5139615456004051514' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/5139615456004051514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/5139615456004051514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/07/mos-bukan-ajang-balas-dendam.html' title='MOS Bukan Ajang Balas Dendam'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-3505060255880249183</id><published>2008-06-25T19:55:00.000-07:00</published><updated>2008-06-25T20:34:49.394-07:00</updated><title type='text'>Lomba Karya Tulis  Tingkat Nasional dari Magistra Utama</title><content type='html'>Berikut ini saya informasikan tentang agenda kegiatan lomba karya tulis yang digelar Magistra Utama pada tahun pelajaran 2008/2009 mendatang.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) IX SLTA se Indonesia tahun 2009 dengan tema "Menjaga Keunggulan Berkelanjutan: Membentuk Pribadi Pembelajar Sepanjang Hidup". Naskah paling lambat diterima panitia tanggal 10 januari 2009 (cap pos).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lomba Karya Wirausaha (LKWU) II SLTA Se-Indonesia tahun 2009 dalam bentuk hasil karya inovasi dan krasi di berbagai bidang (pemanfaatan sumber daya alam, kreasi di bidang teknik, dan lain-lain), terakhir naskah diterima panitia tanggal 10 Januari 2009 (cap pos).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sebagai referensi untuk menentukan judul karya tulis, berikut ini contoh-contoh karya tulis yang berhasil juara pada lomba karya tulis tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LKTI:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Juara I: Korelasi antara Prestasi Siswa dalam Seni Musik, Gaya Hidup, dan Pendidikan Akademik (SMA 8 Yogyakarta)&lt;br /&gt;Juara II: Upaya Meningkatkan Intelektualitas Manusia Melalui Pengembangan Kecedasan Majemuk (Multiple Intelegence) pada Anak Usia Dini (SMAN 1 Tuban)&lt;br /&gt;Juara II: Pengaruh Aktivitas Geng terhadap Prestasi Belajar Siswa dan Strategi Represif Pengelolaan dan Persepsi Siswa (MAN 1 Yogya)&lt;br /&gt;Juara III:  SBI sebagai Pintu Menuju SDM Kelas Dunia (SMAN 1 Pasuruan)&lt;br /&gt;Juara III: Meningkatkan Mutu Pendidikan Indonesia Melalui Metode total Quality Management (TQM) (SMA Taruna Leces Probolinggo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LKWU&lt;br /&gt;Juara I: Pemanfaatan Kayu Secang sebagai Obat Antidiare Melalui Uji Aktivitas Antibakteri Escherichia Coli (SMAN 1 Sutojayan Blitar)&lt;br /&gt;Juara II: Pemanfatan daging Buah Kirai Payung (Filicium Decipienes) sebagai Alternatif Pewarna Alami Makanan&lt;br /&gt;Juara III: Pemanfaatan Kulit Buah Semangka untuk bahan Perbaikan kualitas minyak Goreng Curah (SMA Batik I Surakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info dan konsultasi pembimbingan, silakan kontak Pak Mulyoto Telp 03216989897, atau via email: berlianaputri@yahoo.com, atau ketemu langsung di sekolah. Ditunggu. Salam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-3505060255880249183?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/3505060255880249183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=3505060255880249183' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/3505060255880249183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/3505060255880249183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/06/lomba-karya-tulis-tingkat-nasional-dari.html' title='Lomba Karya Tulis  Tingkat Nasional dari Magistra Utama'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-3298441810121170688</id><published>2008-06-16T19:24:00.000-07:00</published><updated>2008-06-16T19:35:05.312-07:00</updated><title type='text'>Metamorfosis</title><content type='html'>Mulyoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bergurulah pada kupu-kupu&lt;br /&gt;Yang mau berubah dari ulat, kepompong, lalu menjadi&lt;br /&gt;begitu indah&lt;br /&gt;Apakah pernah kupu-kupu terdengar meradang?&lt;br /&gt;Tidak: Ia mengepak-kepakkan sayapnya&lt;br /&gt;hinggap dari satu bunga ke bunga lainnya&lt;br /&gt;meski hidupnya tak kan lama&lt;br /&gt;dia tak pernah menyesali hidupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergurulah pada kupu-kupu&lt;br /&gt;Soal kemauannya berubah,&lt;br /&gt;Soal keikhlasannya menjalani hidup&lt;br /&gt;Jangan meradang&lt;br /&gt;jangan menangis&lt;br /&gt;tempuhlah jalan ini dengan damai!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam&lt;br /&gt;Kuraih-raih asa di angkasa&lt;br /&gt;dengan kaki dan tanganku yang layuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Juni 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-3298441810121170688?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/3298441810121170688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=3298441810121170688' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/3298441810121170688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/3298441810121170688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/06/metamorfosis.html' title='Metamorfosis'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-948271536859917075</id><published>2008-06-10T21:37:00.000-07:00</published><updated>2008-06-10T21:39:45.730-07:00</updated><title type='text'>Lomba Menulis Resensi Buku Indiva 2008: Ikutan, Yuk</title><content type='html'>&lt;p&gt;Jangan cuman jadi pembaca pasif! Kritisi yuk, buku-buku yang kamu baca. Nah, dalam rangka Milad Pertama, Penerbit Indiva Media Kreasi menggelar acara yang spektakuler banget: LOMBA RESENSI BUKU INDIVA 2008. Caranya, guampang bangets…&lt;br /&gt;&lt;span id="more-768"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kamu pilih satu dari buku-buku ini:&lt;br /&gt;a. De Winst (Afifah Afra)&lt;br /&gt;c. Pilkadal di Negeri Dongeng (Tundjungsari)&lt;br /&gt;d. Kata Orang Aku Mirip Nabi Yusuf (15 Penulis FLP Jawa Tengah)&lt;br /&gt;e. and The Star is Me (Afifah Afra)&lt;br /&gt;f. Best Seller Sejak Cetakan Pertama (Agus M. Irkham)&lt;br /&gt;g. Jangan Jadi Perempuan Cengeng (Pipiet Senja dkk.)&lt;br /&gt;h. Agar Ngampus Nggak Hanya Status (Rabiah Al Adawiyah)&lt;br /&gt;i. Road to Happines (Asa Mulchias)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bikin resensinya, boleh ketik komputer, boleh tulis tangan (tapi jangan kayak tulisan resep dokter getoo…), maksimal 5 halaman kuarto, spasi 1,5 font 12.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kirim atau antar langsung ke alamat ini…&lt;br /&gt;Kantor Indiva Media Kreasi: Jl. Anggur VII No. 36 C Jajar, Laweyan, Surakarta&lt;br /&gt;Atau TBD (Toko Buku Diskon) Indiva, Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura (Ruko depan lampu merah/ gerbang kampus UMS) Jangan lupa cantumin alamat, biodata singkat, fotokopi identitas yang masih berlaku dan struk (nota) pembelian buku tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Resensi ditunggu sampai tanggal 30 September 2008 (cap pos)! Pemenang akan diumumkan di website www.indiva.mediakreasi.blogspot.com, diiklankan di Majalah Annida edisi November 2008 dan di Indiva Magazine.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disediakan hadiah yang lumayan banget buat ngisi tabungan:&lt;br /&gt;Juara I: Rp 750.000&lt;br /&gt;juara II: Rp 600.000&lt;br /&gt;Juara III: Rp 450.000&lt;br /&gt;3 Juara Harapan: @ Rp 250.000&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengin informasi lebih jelas? Hubungi saja bagian promosi PT Indiva Media Kreasi, Aris Adenata (0271-7589916).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-948271536859917075?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/948271536859917075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=948271536859917075' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/948271536859917075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/948271536859917075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/06/lomba-menulis-resensi-buku-indiva-2008.html' title='Lomba Menulis Resensi Buku Indiva 2008: Ikutan, Yuk'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-798099261235674668</id><published>2008-06-10T21:11:00.000-07:00</published><updated>2008-06-10T21:33:02.543-07:00</updated><title type='text'>Buat Puput Putri Zakiah di PP Al-Multazam: Soal Dua Puisi Itu</title><content type='html'>Put, ijinkan aku mengapresiasi dua puisimu yang dimuat di Radar Mojokerto baru-baru ini. Secara lisan, aku sudah memberi apresiasi ketika usai jam pelajaran beberapa waktu lalu. Namun, masih kurang lengkap rasanya. Tulisan ini untuk melengkapinya.&lt;br /&gt;Aku sih sebenarnya gak sengaja baca puisimu itu. Saat itu aku masih dalam pemulihan tenaga usai rawat inap di RS. Iseng-iseng, aku baca lagi koran lusuh yang kubeli beberapa hari sebelumnya. Eh, mataku langsung terbelalak membaca namamu muncul di rubrik puisi. Kubaca larik demi larik.&lt;br /&gt;Puisi pertama yang berjudul Inosen Kepedihan sangat mengiris hatiku. Ketika aku baca puisi itu aku sangat merasakan apa yang kamu lukiskan. Bagaimana rasanya aku dibekap dengan tabung oksigen tapi tetap dadaku sesak. Aku pernah merasakan itu. Aku dapat pula merasakan bagaimana saat aku harus pasrah ketika pembuluh venaku dicubles dengan jarum infus. Aku dapat pula merasakan bagaimana tubuhku dirobek, dan aku hanya pasrah.&lt;br /&gt;Dan mengakhiri puisimu, kamu menyebutkan sebuah kalimat yang mengejutkan: kadang aku membayangkan sebagai sebatang pohon kelapa di tengah lautan. Ini adalah akhir puisi yang mengejutkan dan menyayat.&lt;br /&gt;Sedangkan puisi kedua, cukup unik. Kamu pinter membuat metafora. Cinta yang lagi redup kamu gambarkan sebagai bulan pucat yang terhalang awan malam. Ternyata kisahnya adalah tentang sang kekasih yang balik pada wanita lama. Ah, CLBK: Cinta Lama Bersemi Lagi. Siapa itu wanita lama, Put? Dan siapa yang lagi mengalami redup cinta? Kok, kamu ceritanya bikin orang trenyuh kayak begitu? Pertama, kamu membayangkan sebagai sebatang pohon kelapa di tengah lautan. Kedua, bulan redup gara-gara CLBK? Emang itu kisah nyata?&lt;br /&gt;Apa pun itu, aku bisa turut merasakannya. Kadang, kepedihan itu memang harus tetap kita rasakan dan kita nikmati. Itu semua untuk mengingatkan kita kepada Yang Maha Kuasa. Mungkin begitu!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-798099261235674668?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/798099261235674668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=798099261235674668' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/798099261235674668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/798099261235674668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/06/buat-puput-putri-zakiah-di-pp-al.html' title='Buat Puput Putri Zakiah di PP Al-Multazam: Soal Dua Puisi Itu'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-1887663429071715381</id><published>2008-06-10T21:01:00.000-07:00</published><updated>2008-06-10T21:09:58.778-07:00</updated><title type='text'>Rumah Ini Kenapa Gaduh</title><content type='html'>Mulyoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah ini kenapa gaduh&lt;br /&gt;Pegal terasa badan&lt;br /&gt;Mau rebah&lt;br /&gt;Mau duduk&lt;br /&gt;seperti ada kunang-kunang merubung&lt;br /&gt;di atas kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah kaki ini melepuh&lt;br /&gt;oleh jalan berkerikil tajam dan panas&lt;br /&gt;aku tetap akan terus berjalan&lt;br /&gt;daripada gerah selalu merambah&lt;br /&gt;Rumah ini kenapa gaduh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah solusi atas lingkaran problem&lt;br /&gt;yang tak berkesudahan ini, ya Tuhan?&lt;br /&gt;Aku ingin rebah&lt;br /&gt;dalam rengkuh-Mu&lt;br /&gt;dan lalu bangkit lagi&lt;br /&gt;tapi tetap dalam orbit-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, tapi kenapa radar kalbuku&lt;br /&gt;tak lagi peka menagkap&lt;br /&gt;sinyal-sinyal kasih-Mu&lt;br /&gt;Tolong, Tuhan!&lt;br /&gt;Ampuni aku dengan segala kilafku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tahu harus ke mana&lt;br /&gt;selain kembali padamu!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-1887663429071715381?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/1887663429071715381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=1887663429071715381' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/1887663429071715381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/1887663429071715381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/06/rumah-ini-kenapa-gaduh.html' title='Rumah Ini Kenapa Gaduh'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-4554225327257565267</id><published>2008-06-10T20:57:00.000-07:00</published><updated>2008-06-10T21:00:27.011-07:00</updated><title type='text'>Lomba Cerita Islami dari Depag</title><content type='html'>&lt;p&gt;Buat kamu-kamu anak SMA dan SMK yang suka nulis. Ada lomba berhadiah gede neh, nyang ngadain Departeman Agama.Syarat-syaratnya nggak susah kok, baca aja berikut ini:&lt;br /&gt;Umum&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.Diangkat dari cerita keseharian.&lt;br /&gt;2.Tidak mengandung unsur SARA, kemusrikan dan pornografi.&lt;br /&gt;3.Belum pernah dipublikasikan&lt;br /&gt;4.Menyertakan alamat lengkap tinggal, sekolah, kartu pelajar dan No yang bisa dihubungi.&lt;br /&gt;5.Membuat pernyataan dengan materai seharga Rp 6.000 bahwa karya merupakan hasil karya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-778"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Khusus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.Cerita berkesinambungan sampai tamat.&lt;br /&gt;2.Kertas HVS A4 spasi 2.&lt;br /&gt;3.50-80 halaman.&lt;br /&gt;4.Sinopsis 1-2 halaman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kriteria Penilaiaan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.Orisinalitas cerita.&lt;br /&gt;2.Kharakter tokoh.&lt;br /&gt;3.Pesan cerita.&lt;br /&gt;4.Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadiah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.Rp 15.000.000 + Piagam penghargaan&lt;br /&gt;2.Rp 13.000.000 + Piagam penghargaan&lt;br /&gt;3.Rp. 10.000.000 + Piagam penghargaan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Harapan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.Rp. 6.000.000&lt;br /&gt;2.Rp. 5.000.ooo&lt;br /&gt;3.Rp. 4.000.000&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Naskah dikirim kepada&lt;br /&gt;Panitia lomba Cerita Remaja Islami&lt;br /&gt;Jl Dewi Sartika No 357&lt;br /&gt;Cawang Jakarta Timur 13630&lt;br /&gt;Telp (021) 8014483.&lt;br /&gt;Paling lambat 20 Juni 2008 stempel pos.&lt;br /&gt;Pengumuman pemenang 7 Juli 2008 di harian Republika.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-4554225327257565267?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/4554225327257565267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=4554225327257565267' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/4554225327257565267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/4554225327257565267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/06/lomba-cerita-islami-dari-depag.html' title='Lomba Cerita Islami dari Depag'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-4184394979100207470</id><published>2008-05-14T19:42:00.000-07:00</published><updated>2008-05-14T19:54:27.972-07:00</updated><title type='text'>Suhermanto, Setahun di Amrik Raih Skor TOEIC 850</title><content type='html'>Perawakannya kecil untuk ukuran siswa SMK Negeri Pungging. Namun, Herman, begitu laki-laki berambut ikal ini biasa dipanggil cukup punya nama besar. Tanyakan saja pada siswa atau guru di SMK yang lebih dikenal dengan SMK Habibi ini, pasti semua akan tahu.&lt;br /&gt;Setahun di Amerika dimanfaatkan oleh Herman untuk menguasai bahasa Inggris. Hasilnya, sangat menakjubkan.&lt;br /&gt;Menurut Pak Irfan Arief, kepala sekolah, Herman berhasil meraih skor TOEIC 850. Skor ini menduduki peringkat kedua tingkat nasional hasil TOEIC untuk siswa SMK pada tahun 2008 ini.&lt;br /&gt;Pak Irfan saja yang lebih dari 20 tahun menjadi guru bahasa Inggris hanya mampu meraih skor 725. "Berarti kemampuan bahasa Inggris Herman ini di atas kemampuan gurunya," ujar Pak Irfan sambil terkekeh.&lt;br /&gt;Atas prestasinya itu, Herman mendapatkan beasiswa penuh untuk kuliah di ITC Surabaya. Selamat ya Her!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-4184394979100207470?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/4184394979100207470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=4184394979100207470' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/4184394979100207470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/4184394979100207470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/05/suhermanto-setahun-di-amrik-raih-skor.html' title='Suhermanto, Setahun di Amrik Raih Skor TOEIC 850'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-5978518000658037907</id><published>2008-05-14T19:33:00.001-07:00</published><updated>2008-05-14T19:38:38.208-07:00</updated><title type='text'>Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan 2008</title><content type='html'>Untuk Bapak/Ibu guru, pengawas yang masih aktif maupun yang sudah pensiun, ada sebuah peluang bagus: mengikuti lomba penulisan naskah buku pengayaan tingkat nasional tahun 2008. Saya pernah menjadi pemenang I pada tahun 2005 pada kategori nonfiksi SMA. Informasi selengkapnya, klik: &lt;a href="http://www.sibi.or.id"&gt;www.sibi.or.id&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-5978518000658037907?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/5978518000658037907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=5978518000658037907' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/5978518000658037907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/5978518000658037907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/05/sayembara-penulisan-naskah-buku.html' title='Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan 2008'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-5651109441531579376</id><published>2008-05-02T00:16:00.000-07:00</published><updated>2008-05-02T00:38:45.320-07:00</updated><title type='text'>Internet: Lebih Banyak manfaat atau Mudloratnya?</title><content type='html'>Mulyoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai jam pelajaran terakhir, saya diburu oleh tiga siswi saya, di SMA Al-Multazam Mojokerto.  Ada apa? Tanya saya.&lt;br /&gt;Tiga siswi ini ternyata memberondong saya dengan sejumlah pertanyaan tentang teknologi internet. Mereka bertanya dari yang ringan-ringan soal virtual library hingga yang masuk kategori berat: soal pornografi di dunia internet.&lt;br /&gt;Beberapa pertanyaan terbilang cukup susah saya jawab. Misalnya, dalam dunia pendidikan, internet itu penting apa enggak? Apakah dengan adanya internet, justru tidak terjadi kemunduran dalam kualitas pendidikan? Siswa sekarang menjadi sulit disuruh belajar dari buku, mereka lebih asyik ngenet. Begitu kata mereka.&lt;br /&gt;Saya agak gelagapan menjawab pertanyaan ini. tapi, hemat saya, memang metode pembelajaran harus senantiasa disesuaikan dengan teknologi. Kalau sekarang siswa lebih suka belajar dari internet, ya sebaiknya guru mengakomodasi internet sebagai salah satu media pembelajaran. Suruh saja siswa encari sendiri bahan pelajaran dari internet, lalu diminta presentasi. Jadi, kegiatan pembelajaran menekankan pada aktivasi siswa, bukan guru. Guru hanya fasilitator dan motivator saja. Gitu.&lt;br /&gt;Nah, dengan maraknya pornografi lewat internet, mana yang paling banyak, manfaat atau mudlorat dengan adanya internet?&lt;br /&gt;Saya agak bingung juga menjawab pertanyaan ini. Bahwa internet banyak manfaatnya, memang ya. Tapi, bahwa internet juga membawa banyak mudlorat, tidak dapat disangkal lagi. Mana yang lebih banyak? Saya katakan tergantung orangnya. Seperti halnya sebuah pedang dia akan bermanfaat di tangan orang yang tepat, tapi ia juga akan membahayakan di tangan penjahat. Jadi, pedang itu bebas nilai seperti halnya internet. Bermanfaat apa tidak, tergantung pada penggunanya. Maka, di sinilah pentingnya penanaman nilai-nilai moral. Internalisasi nilia-nilai moral-spiritual yang kuat pada generasi muda, merupakan solusi untuk menjaga agar internet lebih banyak manfaatnya ketimbang kerugian yang ditimbulkannya.&lt;br /&gt;Tiga siswi itu masih terus mengajukan pertanyaan. Saya tidak tahu ada apa gerangan sehingga ketiganya merasa begitu gundah siang itu.&lt;br /&gt;Tapi saya yakin, ketiga siswi saya, dan semua siswi saya di SMA PP Al-multazam adalah murid-murid yang cukup kuat memegang nilai-nilai moral dan spiritual. kegundahan mereka, nampaknya sebagai bentuk kegundahan pada teman-teman lain, generasi muda pada umumnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-5651109441531579376?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/5651109441531579376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=5651109441531579376' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/5651109441531579376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/5651109441531579376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/05/internet-lebih-banyak-manfaat-atau.html' title='Internet: Lebih Banyak manfaat atau Mudloratnya?'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-3180182339737786509</id><published>2008-05-01T23:38:00.000-07:00</published><updated>2008-05-01T23:45:09.518-07:00</updated><title type='text'>Sayembara Nasional: Wiranto Mendengar Aspirasi Rakyat</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sekarang  Saatnya  Rakyat  Bicara  Soal  Kemiskinan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ikuti  Sayembara  Nasional&lt;br /&gt;Wiranto  Mendengar  Aspirasi  Rakyat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemiskinan semakin memakan korban. Di Makassar, ibu hamil dan anak balitanya mati kelaparan. Di Yahukimo, Papua, terjadi kelaparan massal. KLB Busung Lapar menghantui Rote Ndao, NTT. Di Serang, rakyat makan nasi aking yang seharusnya dimakan itik. Mengapa jutaan rakyat hidupnya semakin susah ? Apa yang salah ? Bagaimana solusinya ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ekspresikan pandangan, aspirasi dan solusi Anda dalam :&lt;br /&gt;Sayembara  Nasional   &lt;strong&gt;“  WIRANTO  MENDENGAR  ASPIRASI  RAKYAT  “&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;K a t e g o r i&lt;/strong&gt;   :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- Pelajar&lt;br /&gt;- Mahasiswa&lt;br /&gt;- Wartawan&lt;br /&gt;- U m u m&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;P e r s y a r a t a n &lt;/strong&gt;  :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- Tulisan sepanjang 3 halaman ( A4, Spasi 2, Ukuran huruf 12)&lt;br /&gt;- Untuk kategori Wartawan, tulisan berupa artikel/features, sudah pernah dimuat di media cetak&lt;br /&gt;   dan wartawan berstatus aktif di media cetak tertentu&lt;br /&gt;- Sertakan photo copy kartu identitas (kartu pelajar/mahasiswa/KTP/SIM dll.)&lt;br /&gt;- Tuliskan kategori di pojok kiri amplop dan kirim ke  :  PO  BOX  3000  JKT 13000&lt;br /&gt;- Dipilih 100 tulisan terbaik oleh Tim Juri, keputusan Tim Juri tidak bisa diganggu gugat&lt;br /&gt;- Pengumuman pemenang : 18 Agustus 2008 di media cetak nasional&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;P e n g h a r g a a n   U t a m a&lt;/strong&gt;   :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Program Kesejahteraan Keluarga Rp 50 Juta  +  Trophy  ” Wirantro  Mendengar  Aspirasi  Rakyat ”&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;P e n g h a r g a a n&lt;/strong&gt;   :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;-   3 Umroh/Dana Tunai @ Rp 15 Juta&lt;br /&gt;- 16 Program Kesehatan @ Rp 3 Juta&lt;br /&gt;- 32 Beasiswa @ Rp 3 Juta ( Khusus Pelajar dan Mahasiswa )&lt;br /&gt;- 48 Modal Kerja @ Rp 3 Juta&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Alamat Pos Resmi Wiranto Hanya Di PO Box 3000  JKT 13000&lt;br /&gt;Peserta Dan Pemenang Tidak Dipungut Biaya Apapun&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wiranto | Bersatu Sejahterakan Rakyat&lt;br /&gt;Barisan Hati Nurani&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-3180182339737786509?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/3180182339737786509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=3180182339737786509' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/3180182339737786509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/3180182339737786509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/05/sayembara-nasional-wiranto-mendengar.html' title='Sayembara Nasional: Wiranto Mendengar Aspirasi Rakyat'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-677763416003176473</id><published>2008-02-20T19:07:00.000-08:00</published><updated>2008-02-20T19:09:20.578-08:00</updated><title type='text'>Lomba Penulisan Novel Inspiratif</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt; &lt;p&gt;Kriteria lomba:&lt;br /&gt; - Lomba terbuka untuk semua warga negara Indonesia berusia 18 tahun ke atas&lt;br /&gt; - Tema cerita bebas dan harus memberikan inspirasi dan motivasi&lt;br /&gt; - Tidak bertentangan dengan SARA, tidak mengandung unsur pornografi, tidak bermuatan politik, dan tidak menghasut pihak lain&lt;br /&gt; - Naskah merupakan karya asli, bukan terjemahan atau saduran&lt;br /&gt;- Naskah belum pernah dipublikasikan di media massa cetak maupun elektronik dan tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara lain&lt;br /&gt; - Panjang naskah 150-200 halaman A4, 1,5 spasi, 12 pt, font Times New Roman&lt;br /&gt; - Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik&lt;br /&gt;- Naskah dikirimkan dalam bentuk hardcopy (print out) sebanyak 3 bendel yang dijilid rapi dengan sampul warna biru, disertai secara terpisah sinopsis cerita, biodata &amp;amp; foto, serta fotokopi tanda pengenal peserta (KTP/identitas lain).&lt;br /&gt; - Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu karya.&lt;br /&gt; - Naskah sebanyak 3 bendel dikirimkan kepada:&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Panitia Lomba Naskah “Be a Novelist!”&lt;br /&gt; Redaksi Fiksi Penerbit Andi&lt;br /&gt; Jl. Beo no 38-40&lt;br /&gt; Yogyakarta 55281&lt;br /&gt; Cantumkan NOVEL INSPIRASI di pojok kiri atas amplop.&lt;br /&gt; Batas akhir penerimaan naskah adalah 6 Maret 2008&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sertakan struk/bon asli pembelian salah satu novel terbitan Sheila (Penerbit Andi) untuk masing-masing judul karya yang dikirimkan&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Semua naskah berupa hardcopy yang masuk akan menjadi milik panitia. Hak cipta tetap ada pada penulis. Lomba ini tidak berlaku bagi karyawan Penerbit Andi dan keluarganya. Keputusan juri mengikat dan tidak dapat diganggu gugat. Tidak diadakan surat-menyurat. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadiah:&lt;br /&gt;Juara I          Rp. 7.500.000,- + trofi + sertifikat + hadiah lainnya&lt;br /&gt;Juara II  Rp. 4.000.000,- + trofi + sertifikat + hadiah lainnya&lt;br /&gt;Juara III         Rp. 3.000.000,- + trofi + sertifikat + hadiah lainnya&lt;br /&gt;Juara IV       Rp. 2,000.000,- + trofi + sertifikat + hadiah lainnya&lt;br /&gt;Juara V        Rp. 1,500.000,- + trofi + sertifikat + hadiah lainnya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sistem penjurian:&lt;br /&gt; - Naskah dikirimkan dalam bentuk hardcopy kepada Penerbit Andi paling lambat 6 Maret 2008&lt;br /&gt; - Naskah akan diseleksi oleh juri internal dari Penerbit Andi hingga terseleksi 10 besar terbaik.&lt;br /&gt; - 10 Besar Naskah terbaik akan diseleksi oleh juri profesional di bidangnya untuk menentukan 5 naskah terbaik.&lt;br /&gt; - Sinopsis, outline dan judul dari tiga naskah terbaik tersebut akan menjadi materi untuk lomba desain cover.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juri profesional:&lt;br /&gt;FX. Rudy Gunawan          : Penulis fiksi&lt;br /&gt;Fira Basuki                 : Penulis fiksi &amp;amp; Pemimpin Redaksi majalah Cosmopolitan&lt;br /&gt;Ari ´Kinoysan´ Wulandari : Penulis fiksi &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Koordinator lomba :&lt;br /&gt;Dessy Danarti   : Product Manager Lini Fiksi Penerbit Andi&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-677763416003176473?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/677763416003176473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=677763416003176473' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/677763416003176473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/677763416003176473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/02/lomba-penulisan-novel-inspiratif.html' title='Lomba Penulisan Novel Inspiratif'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-7735826849522926554</id><published>2008-02-20T19:01:00.000-08:00</published><updated>2008-02-20T19:05:21.473-08:00</updated><title type='text'>Maju Saja Jangan Ragu</title><content type='html'>Mulyoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju saja, jangan ragu!&lt;br /&gt;Seperti waktu&lt;br /&gt;Kontinu dalam garis lurus&lt;br /&gt;di mana akhir dari segalanya,&lt;br /&gt;kita tak tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju saja,&lt;br /&gt;meski anjing menggonggong&lt;br /&gt;atau angin berisik&lt;br /&gt;maju dan jangan sesali hidup&lt;br /&gt;Jangan siksa diri&lt;br /&gt;dengan selalu menimpakan kesalahan selalu pada diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju saja,&lt;br /&gt;Allah bersama kita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-7735826849522926554?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/7735826849522926554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=7735826849522926554' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/7735826849522926554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/7735826849522926554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/02/maju-saja-jangan-ragu.html' title='Maju Saja Jangan Ragu'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-5809065752560894137</id><published>2008-02-20T18:08:00.000-08:00</published><updated>2008-02-20T18:50:04.195-08:00</updated><title type='text'>Guru yang Profesional: Kayak Apa, ya?</title><content type='html'>MULYOTO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin saya ditanya oleh salah satu murid saya. Pak, guru yang profesional itu yang gimana sich? Begitulah kira-kira pertanyaannya.&lt;br /&gt;Saya sedikit kaget juga. Apa motifnya dia mengajukan pertanyaan semacam itu? Susahnya, dia bertanya hal itu kepada saya, yang notabene adah guru. Terus terang, saya agak rikuh menjawab soal ini.  Jangan-jangan saya bukan guru yang profesional. Bagaimana guru yang tidak profesional kok bisa menjawab pertanyaan tentang guru profesional? Itulah yang ada dalam benak saya.&lt;br /&gt;Tapi karena yang bertanya adalah murid saya, dan saya sangat apresiatif terhadap apapun pertanyaan yang diajukan kepada saya, saya akan berusaha menjawab pertanyaan itu.&lt;br /&gt;Dalam percakapan sehari-hari kata profesional biasanya diartikan memiliki kemampuan tertentu yang berciri unggul. Guru profesional berati guru yang unggul, yang hebat, yang mampu menjalankan fungsinya secara optimal. Guru yang mampu menjadi panutan dan mampu mengembangkan kemampuan anak didiknya secara maksimal.&lt;br /&gt;Tapi secara definitif, guru profesional adalah guru yang telah memenuhi persyaratan akademis, yaitu mempunyai ijazah S1 kependidikan. Kemudian, dia mendapatkan imbalan jasa dari pekerjaannya. Kalau kita mengacu pada definisi ini, ya tentu saja banyak sekali guru profesional, termasuk saya juga sudah masuk ke dalam golongan guru profesional.&lt;br /&gt;Akan tetapi, kalau yang dimaksud dalam pertanyaan itu adalah guru profesional dalam pengertian sehari-hari, agak susah ya mencari guru yang profesional itu. Saya kayaknya enggak berani mengatakan sebagai guru profesional. Saya hanya guru matematika. Itu saja.&lt;br /&gt;Memang, saya sependapat, guru yang profesional sekarang ini sangat dibutuhkan. Guru yang telah memenuhi persyaratan akademis sekaligus memang memiliki kemampuan sebagai seorang pendidik,  berfokus pada  kegiatan seorang guru, dan mendapatkan  imbalan dari tugas sebagai seorang guru. Di sini dituntut, guru tersebut fokus pada tugasnya! Membuat persiapan mengajar, menjalankan pembelajaran, mengevaluasi hasil belajar, dan melakukan perbaikan-perbaikan atas metode belajarnya.&lt;br /&gt;Jadi, guru profesional tidak boleh ngobyek di lain bidang. Jadi lebih bisa fokus  pada tugas yang seambreg dan penting itu:  membimbing siswa menemukan jati dirinya.&lt;br /&gt;Kalau menurutmu, gimana sich sosok guru yang profesional itu?  Tulis di komentar baawh ini, dong!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-5809065752560894137?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/5809065752560894137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=5809065752560894137' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/5809065752560894137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/5809065752560894137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/02/guru-yang-profesional-kayak-apa-ya.html' title='Guru yang Profesional: Kayak Apa, ya?'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-5068378058893732290</id><published>2008-02-19T01:01:00.001-08:00</published><updated>2008-02-19T01:04:23.876-08:00</updated><title type='text'>Soal Vektor</title><content type='html'>Jika a = 2i + 3j - 4k, dan b = 4i - 5j + 6k, tentukan 2a + 4b!&lt;br /&gt;Jawaban dikirim pada komentar di bawah in!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-5068378058893732290?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/5068378058893732290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=5068378058893732290' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/5068378058893732290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/5068378058893732290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/02/soal-vektor.html' title='Soal Vektor'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-6288906675024056593</id><published>2008-02-05T00:08:00.000-08:00</published><updated>2008-02-05T00:19:10.111-08:00</updated><title type='text'>Asyiknya Ikut Kegiatan KIR</title><content type='html'>Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Siapa yang enggak tahu? Semua anak sekolah pasti sudah tak asing. Itu, lho kegiatan ekstra yang bergerak dalam bidang tulis menulis, terutama menulis karya tulis ilmiah.&lt;br /&gt;Kesannya emang mentereng. Ada kesan wah. Pasti dech, yang ikut kegiatan itu adalah anak-anak berotak encer. Itu image-nya.&lt;br /&gt;Namun sebenarnya, tidak juga. Emang sich, orang yang aktif di KIR harus mau menggunakan pikirannya. Tapi bukan berarti hanya orang yang sangat pinter saja yang bisa ikut KIR. Anak yang biasa-biasa saja tetap masih bisa ikut KIR.&lt;br /&gt;Yang penting tekun. Tidak pantang menyerah, dan mau bertanya. Juga mau praktik secara langsung.&lt;br /&gt;Awalnya terasa berat, namun kalau udah dilakukan, asyik juga. Kita bisa belajar banyak dari kegiatan ini. Kita belajar bagaimana merumuskan masalah. Lalu, kita juga belajar mencari solusi atas masalah itu. Nah, kalau karya tulis kita masuk seleksi untuk presentasi, kita bisa mengekspresikan diri. Kita bisa unjuk gigi, inilah ide kita. Belum lagi, kita akan menjadi banyak teman. Pokoknya asyik, dech. Kata beberapa teman yang udah pernah juara, bahkan ikut KIR itu bikin bangga, lho. Dapat piala, populer di mata guru dan teman sekolah, udah gitu, dapat hadiah lagi.&lt;br /&gt;Maka, jalani aja dengan hati gembira. Semangat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-6288906675024056593?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/6288906675024056593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=6288906675024056593' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/6288906675024056593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/6288906675024056593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/02/asyiknya-ikut-kegiatan-kir.html' title='Asyiknya Ikut Kegiatan KIR'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-1769568982657406642</id><published>2008-02-04T23:46:00.000-08:00</published><updated>2008-02-05T00:07:26.064-08:00</updated><title type='text'>Virtual Library in SMKN 1 Pungging</title><content type='html'>SMKN 1 Pungging have made the new inovation. After the the International Schoold Standart have been gotten, now the school that is popular as SMK Habibie, is lounching the virtual library.&lt;br /&gt;"It is the information technology era. As international school, we have to be suitable with the technology of information," the director of Library Mulyoto, S.Pd, M.Si said.&lt;br /&gt;He told,  in this  library student can  acces  the  learning matter from some teachers. Beside that, they can online in internet. It is hope, the students have the several sourse of learning. Not only the teacher, but also the internet.&lt;br /&gt;Because the number of computer is finited, each student only have one hour in one day. "We have ten computers in the library. Tomorrow, we will add the computer so that can serve student more," Mulyoto said.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-1769568982657406642?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/1769568982657406642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=1769568982657406642' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/1769568982657406642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/1769568982657406642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/02/virtual-library-in-smkn-1-pungging.html' title='Virtual Library in SMKN 1 Pungging'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-8800675722692990271</id><published>2008-02-04T16:34:00.000-08:00</published><updated>2008-02-04T16:51:33.582-08:00</updated><title type='text'>Saya Ingin Jadi Novelis Terkenal</title><content type='html'>Beberapa waktu lalu saya diminta mengisi kegiatan KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) di SMP Negeri 1 Kota Mojokerto. Sekolah ini termasuk sekolah SBI (sekolah bertaraf internasional). Menurut, Bapak Mulib, S.Pd, direktur SBI SMP Negeri 1 Kota Mojokerto, para siswa peserta KIR ini adalah siswa pilihan. Mereka adalah siswa yang secara intelektual dan semangat belajar relatif tinggi. Maka, saya pun menyambut antusiasme mereka dengan semangat pula.&lt;br /&gt;Dalam bayangan saya, namanya KIR kan emang lebih banyak diarahkan untuk membuat karya tulis ilmiah. Saya sudah berancang-ancang bikin materi tentang teknik pembuatan karya tulis ilmiah bagi remaja, dan rencananya materi ini akan saya kirim ke penerbit.&lt;br /&gt;Dalam pertemuan pertama, seperti biasa, saya melakukan provokasi untuk menyulut semangat menulis kepada mereka. Ini saya awali dulu dengan melakukan tanya jawab. Pertanyaannya, apa ya motif mereka ikut kegiatan KIR?&lt;br /&gt;Jawaban mereka macam-macam. Malah, sebagian besar justru ingin bisa menulis tidak saja karya tulis ilmiah, tapi juga menulis puisi, cerpen, artikel, dam lain-lain. "Saya ingin menjadi seorang novelis yang terkenal," kata salah seorang anak.&lt;br /&gt;Gimana lagi? Ternyata keinginan menulis mereka memang beragam. Dan ini, hemat saya tidak boleh dimatikan. Prinsip saya, biarlah potensi mereka berkembang. Jangan dimatikan dengan memaksakan jenis tulisan tertentu. Maka, akhirnya kegiatan KIR ini menjadi diperluas menjadi kegiatan kepenulisan, dan siswa memiliki kebebasan untuk mengembangan potensinya masing-masing.&lt;br /&gt;Acara siang itu kemudian saya tutup dengan sebuah komitmen bersama untuk selalu bersemangat mnuli. Menulis, menulis dan menulis. Paktik, praktik, dan praktik! Setuju?&lt;br /&gt;"Setuju!" jawab mereka serempak. Meski dengan suara yang tidak terlalu kencang. Maklum saat itu pukul 14.00 siang hari. Sejak pagi mereka mengikuti pelajaran. Tentu energi mereka telah terkuras sepanjang pagi hingga siang ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-8800675722692990271?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/8800675722692990271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=8800675722692990271' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/8800675722692990271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/8800675722692990271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/02/saya-ingin-jadi-novelis-terkenal.html' title='Saya Ingin Jadi Novelis Terkenal'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-5086337724590890993</id><published>2008-01-10T18:25:00.000-08:00</published><updated>2008-01-10T18:35:34.736-08:00</updated><title type='text'>Kontes Tiga Bahasa di Al-Multazam</title><content type='html'>Pagi itu kampus PP Al-Multazam rada sunyi. Maklum, hari itu hari libur. Pelajaran otomatis ditiadakan. Tapi, bukan berarti hari itu tidak ada aktivitas. Hari itu, Kamis 10 Januari bertepatan dengan 1 Muharam, para santri merayakan tahun baru dengan menggelar berbagai lomba.&lt;br /&gt;Salah satu lombanya adalah kontes tiga bahasa: bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa Arab. Bentuknya adalah lomba pidato. Maka, terdapat tiga ruangan di mana para peserta berpidato masing-masing dengan bahasa-bahasa itu.&lt;br /&gt;"Memang, di pondok kami semua siswa mesti menguasai tiga bahasa itu dalam percakapan sehari-hari. Pembelajaran bahasa dilakukan dengan pendekatan komunikatif. Nah, untukmeningkatkan minat para siswa dalam belajar bahasa, sekaligus memberi penghargaan kepada siswa berprestasi, maka diadakan kontes tiga bahasa ini," ungkap Dewi Masitoh, dari kelas XI.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-5086337724590890993?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/5086337724590890993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=5086337724590890993' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/5086337724590890993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/5086337724590890993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2008/01/kontes-tiga-bahasa-di-al-multazam.html' title='Kontes Tiga Bahasa di Al-Multazam'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-6262215218613739343</id><published>2007-12-18T00:29:00.001-08:00</published><updated>2007-12-18T00:41:37.775-08:00</updated><title type='text'>Buat Yenny yang Suka Organisasi</title><content type='html'>Yen, maaf kalau surat kamu aku balas secara terbuka. Enggak apa-apa, kan? Etung-etung buat referensi teman-teman lain. Menjawab pertanyaanmu tentang hobimu berorganisasi, saya sich mendukung aja. Tekuni, aja! Tidak semua orang lho, bisa berorganisasi. Lebih-lebih, kamu saat ini sudah dipercaya menjadi ketua organisasi. Tekuni saja! Lakukan berbagai eksperimen, berbagai cara, gimana agar organisasi berjalan efektif, program bisa jalan, dan anggota organisasi termotivasi. Di sinilah kamu bisa melatih jiwa kepemimpinan sekaligus kemampuan manajemen. Kamu sudah saya jelaskan soal kepemimpinan dan manajemen, kan? Sekarang, tinggal laksanakan!&lt;br /&gt;Soal di mana kamu mesti meneruskan kuliah, ya di mana saja. Enggak harus kamu kuliah di jurusan manajemen. Kuliah di jurusan matematika pun kamu tetap bisa belajar organisasi. Atau, kalau kamu pengen jadi dokter, ya tetap saja kuliah di kedokteran. Kamu tetap bisa mengembangkan kemampuan kamu berorganisasi. Saran saya, kamu enaknnya nanti jadi anggota DPR saja, Dibutuhkan lho, anggota DPR perempuan, yang bisa membawa angin perubahan pada negeri ini, terutama untuk membebaskan negeri dari kolusi-korupsi.  Nah, nanti, kalau kamu udah kuliah, saran saya, kamu harus aktif di organisasi ekstrakampus: bisa PMII, atau HMI. Di sana akan kamu peroleh pengalaman riil bagaimana berorganisasi. Biasanya, kalau kamu udah aktif di ekstrakampus, kamu akan melejit juga di intrakampus, selama kamu emang punya kamampuan dan potensi. O, ya, salah satu anggota Laskar Pelangi, ada lho yang akhirnya juga jadi anggota DPR. Emang dari awal dia udah suka organisasi! Gitu aja, ya. Semoga kamu konsisten dengan cita-citamu! Tetap semangat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-6262215218613739343?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/6262215218613739343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=6262215218613739343' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/6262215218613739343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/6262215218613739343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2007/12/buat-yenny-yang-suka-organisasi.html' title='Buat Yenny yang Suka Organisasi'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-8129585336658014619</id><published>2007-12-18T00:10:00.003-08:00</published><updated>2007-12-18T00:27:03.529-08:00</updated><title type='text'>Menerapkan Learning by Doing</title><content type='html'>Dalam pepatah Jawa dikatakan, ngelmu iku kelakone karana laku. Artinya, ilmu itu diperoleh melalui serangkaian proses, serangkaian pergulatan, dan jatuh bangun. Tidak mungkin ilmu bisa dikuasai hanya dengan dipelajari secara teori, melainkan harus dipraktikkan. Dalam bahasa pesantren, harus diamalkan. Barulah ilmu itu terinternalisasi dalam diri kita.&lt;br /&gt;Dalam konsep pembelajaran hal ini dikenal dengan ungkapan keren: learning by doing. Belajar dengan mengerjakan. Jadi sebenarnya, pilar pembelajaran dari UNESCO ini sebenarnya sudah disarankan oleh para nenek moyang kita di Jawa. Jadi, kita mestinya udah tahu.&lt;br /&gt;Maka jangan ragu, wahai para pencari ilmu! Lakukanlah! Kalau kamu ingin menjadi penulis novel, ya tulis saja novel! Tentu, ini mesti dibarengi dengan mengapresiasi novel yang sudah ada. Kamu harus banyak baca novel. Kalau kamu ingin jadi penulis cerpen, ya tulis cerpen. Boleh, sich, kamu baca-baca dulu beberapa buku teori membuat cerpen. Tapi yang penting bukan teorinya. Yang penting justru praktikknya.&lt;br /&gt;Selamat menulis, menulis dan menulis!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-8129585336658014619?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/8129585336658014619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=8129585336658014619' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/8129585336658014619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/8129585336658014619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2007/12/menerapkan-learning-by-doing.html' title='Menerapkan Learning by Doing'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-4383861118362823917</id><published>2007-12-16T03:32:00.000-08:00</published><updated>2007-12-16T03:34:29.084-08:00</updated><title type='text'>Kebijakan Pendidikan: Kita Tak Pernah Konsisten</title><content type='html'>Mulyoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberlakuan Kurikulum Berbasis Kompetensi, hemat saya merupakan sebuah terobosan besar dalam kebijakan pendidikan kita. Dalam kebijakan ini, sebagaimana konsepnya, guru memiliki ruang lebih luas berimprovisasi dalam pembelajaran. Gurulah yang menentukan metode pembelajaran berdasarkan pertimbangan kondisi siswa, situasi lingkungan belajar, fasilitas yang ada, dan hal-hal yang bersifat kontekstual.&lt;br /&gt;Terus terang, pada saat-saat awal KBK ramai dibicarakan, saya termasuk salah satu guru yang sangat antusias menyambut implementasinya. Saya waktu itu membayangkan, saya akan mengembangkan sebuah pembelajaran yang demokratis, pembelajaran yang membebaskan, pembelajaran yang mengembangkan potensi individual anak didik, dan pembelajaran kontekstual yang memberikan makna bagi kehidupan nyata anak didik kita. KBK sudah diterapkan, tetapi pembelajaran yang demikian masih ada dalam bayangan. Saya baru sadar, kebijakan pendidikan kita memang tidak konsisten.&lt;br /&gt;KBK yang konon memberikan ruang luas kepada guru untuk mengembangkan kreativitas dalam membelajarkan siswa ternyata terpasung dengan kebijakan ujian nasional (UN), dengan alasan standardisasi mutu pendidikan. Para ahli pendidikan tahu, ketika KBK diterapkan, maka yang berlaku adalah otonomi guru. Bukan hanya otonomi dalam pembelajaran, melainkan juga otonomi dalam evaluasi terhadap hasil pembelajaran.&lt;br /&gt;Saya kurang setuju dengan pendapat rekan Hendro Martono (Kompas, 13 Februari 2006) yang mensyaratkan pelaksanaan evaluasi pembelajaran harus dilakukan oleh pihak luar. Dalam pandangan rekan Hendro, evaluasi memang sudah seharusnya tidak dilakukan oleh guru sendiri. Seperti uji kompetensi bagi mata pelajaran Diklat Produktif (di SMK), harus melibatkan tim dari pihak dunia industri sebagai assessor. Ini bertujuan menjamin agar sertifikat yang dimiliki siswa nantinya diakui oleh pasar.&lt;br /&gt;Logika inilah yang digunakan oleh rekan Hendro untuk menerima meski dengan berat hati kebijakan ujian nasional. Dengan ujian nasional, hasil kerja guru dalam membelajarkan siswa seolah akan lebih obyektif tergambar dalam bentuk angka-angka rigid. Tidak ada peluang guru untuk mendongkrak nilai atau memanipulasinya.&lt;br /&gt;Hemat saya, tiga hal dalam kegiatan pembelajaran, yakni membuat perencanaan, melaksanakan pembelajaran, dan melakukan evaluasi hasil belajar, merupakan satu kesatuan yang menjadi wilayah operasional guru. Guru membuat rencana pembelajaran dengan mengacu pada kompetensi dasar yang ditetapkan kurikulum, disertai pertimbangan atas permasalahan kontekstual masyarakat, lalu melaksanakan pembelajaran itu.&lt;br /&gt;Meski mengacu pada kompetensi dasar yang sama, bentuk kegiatan pembelajaran antarguru dengan situasi yang berbeda tentu beragam, demikian juga hasilnya. Gurulah yang paling tahu atas kompetensi mana yang harus diuji, bukan pihak luar. Perebutan terhadap kewenangan guru dalam menguji hasil belajar siswa justru menghasilkan sistem evaluasi yang tidak valid karena tidak mengukur kemampuan siswa yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Di samping itu, sebagaimana sering kali disebut-sebut, ujian nasional menjadi sumber penyebab terjadinya malpraktik dalam pendidikan kita. Evaluasi yang mestinya mengacu pada pembelajaran, dibalik menjadi pembelajaran yang mengacu pada soal-soal evaluasi (ujian nasional). Evaluasi yang seharusnya komprehensif, dalam praktiknya hanya menjaring kemampuan siswa dalam aspek kognitif, sementara aspek afektif (sikap) dan psikomotorik (keterampilan, skill) tidak digubris. Hasil evaluasi yang mestinya tak lebih dari sekadar gambaran atas kemampuan siswa, didewakan sebagai penentu masa depan.&lt;br /&gt;Pada gilirannya, kenyataan inilah yang mendorong terjadinya berbagai kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional, mulai dari kebocoran soal, praktik perjokian hingga penggantian jawaban siswa oleh oknum panitia sendiri.&lt;br /&gt;Dalam perspektif ini, meski saya berada dalam pihak yang tidak bisa berbuat apa-apa, saya tetap melihat pelaksanaan ujian nasional sebagai bentuk inkonsistensi dalam kebijakan pendidikan kita. Ujian nasional bukan hanya sebagai bentuk ketidakpercayaan terhadap profesionalisme guru, melainkan juga sebagai bukti sikap setengah hati dalam mengimpelementasikan KBK. Kalau KBK diyakini sebagai sebuah pembaruan dalam pendidikan kita yang akan mampu mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) kita, mengapa dalam pelaksanaannya mesti dijegal dengan kebijakan ujian nasional?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berbagai kontradiksi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dirunut ke belakang, sebenarnya masih banyak kontradiksi lain dalam kebijakan pendidikan kita. Salah satunya yang telah berlangsung begitu lama adalah pandangan terhadap arti pendidikan itu sendiri.&lt;br /&gt;Dalam berbagai retorika, baik dalam masa kampanye pemilu maupun dalam upacara-upacara, sering disebut bahwa pendidikan itu sangat penting dan sangat strategis dalam konteks peningkatan kualitas SDM.&lt;br /&gt;Akan tetapi, ketika berhadapan dengan konsekuensi akan kebutuhan dana yang besar, keyakinan kita seolah goyah. Pendidikan jadi sekadar cukup penting, agak penting, bahkan tidak begitu penting.&lt;br /&gt;Bukti nyata akan hal ini adalah masih belum terealisasinya proporsi 20 persen APBN bagi anggaran pendidikan kita, meski kita telah merdeka lebih dari setengah abad. Alasan klisenya, dana kita masih belum memadai, atau kita akan memenuhi itu secara bertahap.&lt;br /&gt;Padahal, kebijakan tentang proporsi 20 persen mestinya tak perlu menunggu uang kita banyak karena proporsi tidak bergantung pada total nilai APBN. Proporsi hanya ditentukan oleh variabel konsistensi terhadap keyakinan bahwa pendidikan memang penting. Selama keyakinan ini gampang goyah, tentu akan selalu berat untuk mewujudkan proporsi 20 persen itu. Bahkan ketika ketentuan itu telah secara eksplisit masuk dalam perundang-undangan, termasuk konstitusi sekalipun.&lt;br /&gt;Begitulah, dunia pendidikan kita memang sarat dengan kontradiksi. Manajemen pendidikan katanya harus berbasis sekolah (ingat MBS), tetapi dalam pelaksanaannya kepala sekolah masih sangat bergantung pada kebijakan birokrasi di atasnya.&lt;br /&gt;Guru katanya merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan, nyatanya, hingga kini nasibnya belum banyak yang terentas dari keterpurukan. Guru dituntut untuk senantiasa belajar meningkatkan kompetensinya, tetapi kenyataannya, kegiatan pelatihan cenderung hanya bernuansa proyek. Padahal, membeli buku, koran, dan majalah gajinya tidak cukup, apalagi mengakses internet.&lt;br /&gt;Hemat saya, selama kita belum bisa konsisten, selama kebijakan-kebijakan pendidikan masih penuh dengan kontradiksi-kontradiksi, jangan harap akan terjadi lompatan signifikan terhadap kualitas pendidikan dan kualitas SDM kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                Ditulis Oleh :Mulyoto Guru SMK Negeri 1 Pungging Mojokerto (Dimuat di Kompas, 13 Maret 2005)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-4383861118362823917?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/4383861118362823917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=4383861118362823917' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/4383861118362823917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/4383861118362823917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2007/12/kebijakan-pendidikan-kita-tak-pernah.html' title='Kebijakan Pendidikan: Kita Tak Pernah Konsisten'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-8678190800234330516</id><published>2007-12-13T20:21:00.000-08:00</published><updated>2007-12-13T20:29:54.791-08:00</updated><title type='text'>Puisi-Puisi Sufistik Marsahid, S.Ag</title><content type='html'>Adalah sebuah kehormatan bagi saya, ketika teman saya berminat numpang mejeng di weblog ini dalam bentuk karya puisi. Teman saya satu ini memang sosok guru yang agak nyentrik. Guru agama tapi kental dengan muatan seni budaya. Tanyakan padanya soal cinta, maka dia akan bicara berbusa-busa. Tanyakan soal wayang jawa, maka dia akan berbicara filosofis.&lt;br /&gt;Namanya Marsahid. Beberapa puisi yang saya posting di web ini adalah karya dia yang muncul begitu saja yang dia tulis di HP-nya. "Belum sempat ditulis di laptop," kilahnya.&lt;br /&gt;Simak saja, puisinya. Pasti kamu akan menemukan nuansa sufistik di dalamnya. Ketika dia bicara cinta, itu adalah cinta sejati: cinta ilahi. "Aku bersimpuh kaku di kaki-Mu" ujarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-8678190800234330516?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/8678190800234330516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=8678190800234330516' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/8678190800234330516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/8678190800234330516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2007/12/puisi-puisi-sufistik-marsahid-sag.html' title='Puisi-Puisi Sufistik Marsahid, S.Ag'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-7208343615338302541</id><published>2007-12-13T20:08:00.000-08:00</published><updated>2007-12-13T20:12:33.252-08:00</updated><title type='text'>Hati yang Dipenuhi Cinta</title><content type='html'>Marsahid, S.Ag&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang dipenuhi cinta&lt;br /&gt;kan dapat melewati segala coba dan derita&lt;br /&gt;Wahai, dzat pemilik cinta sejati&lt;br /&gt;Ampunilah kami yang sering alpa&lt;br /&gt;Di tangan-Mu kutitipkan jiwa cintaku&lt;br /&gt;Di kaki-Mu kami bersimpuh&lt;br /&gt;memohon restu dan ridlomu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Buat Pecinta Gilaku)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-7208343615338302541?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/7208343615338302541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=7208343615338302541' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/7208343615338302541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/7208343615338302541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2007/12/hati-yang-dipenuhi-cinta.html' title='Hati yang Dipenuhi Cinta'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-7369165255315257931</id><published>2007-12-12T21:13:00.000-08:00</published><updated>2007-12-12T21:25:36.283-08:00</updated><title type='text'>Cerita tentang Guru, Murid, dan Jembatan</title><content type='html'>Mulyoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin kamu bercerita:&lt;br /&gt;Ada seorang murid mau menyeberang sungai via jembatan&lt;br /&gt;Dengan sigap Sang Guru menolongnya hingga muridnya mencapai sisi tebing&lt;br /&gt;Senyum guru mengembang, ketika muridnya berhasil menempuh perjalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi guru itu, mungkinkah aku?&lt;br /&gt;Bukan anakkku&lt;br /&gt;Aku ini guru yang kadang lupa jembatan ini reot apa tidak&lt;br /&gt;Aku bahkan kadang sulit menyunggingkan senyum&lt;br /&gt;Ketika kamu melambai-lambaikan tanganmu dari sisi lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukanlah Sang Guru dalam ceritamu&lt;br /&gt;Aku hanyalah guru&lt;br /&gt;yang terlalu sering banyak bicara&lt;br /&gt;Aku hanyalah guru yang ingin banyak cerita&lt;br /&gt;Aku guru, yang ingin bersama para muridnya mengarungi ilmu yang tak habis-habisnya.&lt;br /&gt;Maaf aku tidak bisa memberikan apa-apa&lt;br /&gt;Kecuali kilatan api yang menyulut semangatmu untuk tak menyerah pada kemalasan!&lt;br /&gt;Itu aja!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-7369165255315257931?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/7369165255315257931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=7369165255315257931' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/7369165255315257931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/7369165255315257931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2007/12/cerita-tentang-guru-murid-dan-jembatan.html' title='Cerita tentang Guru, Murid, dan Jembatan'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-762896361376294103</id><published>2007-12-12T20:56:00.000-08:00</published><updated>2007-12-16T04:52:54.557-08:00</updated><title type='text'>Ketika Bangun Pagi</title><content type='html'>Puisi Mulyoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bangun pagi&lt;br /&gt;Aku ingin ada kekuatan, yang menopangku berjalan&lt;br /&gt;Kekuatan yang melepaskan segenap beban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin seperti sang angin, yang dengan ringan mengalir&lt;br /&gt;Menyapa pucuk-pucuk cemara&lt;br /&gt;menyambangi lembah dan bukit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bangun pagi,&lt;br /&gt;Aku ingin bibir ini bisa tersenyum&lt;br /&gt;Aku ingin kaki ini terbebas dari asam urat&lt;br /&gt;yang menjerat&lt;br /&gt;Aku ingin seperti matahari yang selalu bersinar di atas bumi&lt;br /&gt;Seperti angin yang menyapa pucuk-pucuk jati&lt;br /&gt;Seperti burung yang riang menukik-nukik di udara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin ada kekuatan yang membuatku terasa ringan&lt;br /&gt;di pagi hari&lt;br /&gt;Aku tahu, kekuatan itu adalah kerinduanmu akan ilmu&lt;br /&gt;Kekuatan itu adalah harapanmu akan kehadiranku!&lt;br /&gt;Itulah kekuatan yang melenyapkan asam urat di kakiku&lt;br /&gt;Kekuatan yang membuatku bisa tersenyum, saat aku bangun pagi&lt;br /&gt;Wahai, murid-muridku!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-762896361376294103?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/762896361376294103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=762896361376294103' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/762896361376294103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/762896361376294103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2007/12/ketika-bangun-pagi.html' title='Ketika Bangun Pagi'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-1140394482580760041</id><published>2007-12-12T20:12:00.001-08:00</published><updated>2007-12-16T03:50:10.159-08:00</updated><title type='text'>Inspirasi Pedagogis dari Novel Laskar Pelangi: Buat Anak-Anaku di Pondok Pesantren Al-Multazam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/R2UQ1Iro5iI/AAAAAAAAABQ/oDXgMBsdUZo/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/R2UQ1Iro5iI/AAAAAAAAABQ/oDXgMBsdUZo/s320/untitled.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144536654390289954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mulyoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel "Laskar Pelangi" karya bestseller Andrea Hirata memang hanya fiksi. Meski, novel itu ditulis berdasarkan kisah nyata penulisnya waktu masih menjalani kehidupan sebagai murid sekolah miskin di sebuah pulau kecil, Belitug, namanya fiksi tetap fiksi. Artinya, tetap banyak kisah dan adegan yang hanya bersifat dramatisasi, dan hasil imajinasi.&lt;br /&gt;Akan tetapi, terus terang, sebagai guru, saya sangat apresiatif terhadap novel tebal ini. Betapa tidak, laskar pelangi ternyata sarat dengan inspirasi pedagogis. Inspirasi yang terkait dengan dunia pendidikan. Saya seorang guru hampir 15 tahun ini, kadang merasa malu ketika membaca "Laskar Pelangi". Saya malu karena apa yang saya lakukan masih terlalu jauh dengan apa yang telah dilakukan oleh Pak Harfan dan Bu Muslimah, dua guru yang disebut dalam kisah ini.&lt;br /&gt;Mereka adalah sosok-sosok guru yang berjuang tanpa pamrih dalam mendampingi anak didiknya mencari ilmu. Ikhlas, sepi ing pamrih, dan meletakkan kebahagiaan tidak pada besarnya imbalan, melainkan pada keberhasilan anak didiknya untuk tumbuh dengan kepribadian yang kuat dan tangguh.&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, novel "Laskar Pelangi" bagi saya adalah sebuah media untuk mengaca diri. Saya langsung melakukan kontemplasi, sebuah perenungan: bisakah saya berperan sebagai seorang guru yang berguna bagi anak-anak didik saya?&lt;br /&gt;Beberapa inspirasi yang saya peroleh dari novel ini antara lain sebagai berikut. Pertama, jangan takut bercita-cita! Tidak ada cita-cita yang mustahil. Cita-cita akan membimbing kita untuk senantiasa menyusun langkah ke depan mewujudkan cita-cita itu. Keterbatasan dana, kemampuan intelektual, dan lain-lain, bukan alasan untuk mematikan cita-cita.&lt;br /&gt;Ikal, nama Andrea dalam novel itu, digambarkan sebagai anak seorang pegawai rendahan. Tapi toh, kini dia telah berhasil menyeslesaikan kuliah S1 di Ekonomi UI, dan S2 di Inggris dan Perancis. Seperti sebuah mimpi tentunya. Tapi, itulah, tidak ada sesuatu yang tidak mungkin! Banyak hal di dunia ini yang begitu ajaib. Tapi kuncinya, jangan pernah menyerah pada keterbatasan!&lt;br /&gt;Kedua, jangan vonis masa depan anak didik kita. Lebih-lebih, jangan vonis masa depanmu, sendiri! Kita tak akan pernah tahu, suatu saat si Anak akan jadi apa. Bisa saja di sekolah otaknya kenthel (tidak encer), tapi dia pasti punya potensi lain. Kalau lemah di bidang matematika, mungkin dia kuat di bidang musik, sastra, atau spiritual. Sebaliknya, ada anak yang sangat lemah di bidang bahasa, namun dia kuat di bidang matematika. Ada lagi anak yang lemah di hampir semua bidang pelajaran, eh, ternyata dia berbakat dalam berdagang! Karena itu, jangan vonis masa depan anak didik kita! Berikanlah kesempatan mereka menemukan potensi mereka dengan menyulut semangat mereka untuk belajar hal-hal yang dia suka!&lt;br /&gt;Ketiga, sebuah pesan yang begitu kuat dalam novel ini: jangan sia-siakan kesempatan. Kalau kebetulan kamu adalah anak yang terlahir dari keluarga mampu, ditambah berotak encer, jangan pernah malas! Kamu harus malu, kalau kondisi yang serba bagus itu tidak kamu manfaatkan. Kamu harus malu untuk menyia-nyiakan karunia Allah yang diberikan kepada kamu!&lt;br /&gt;Keempat, sekaligus sebagai penutup, jangan sombong! Kesombongan bukanlah sinyal dari kepintaran, lebih-lebih kebijaksanaan. Kesombongan justru pertanda kekerdilan. Di Laskar Pelangi, terasa sekali akan hal ini. Sekolah PN Timah, sebuah sekolah di Belitung yang mewah dengan fasilitas yang serba wah, akhirnya takluk dan dipermalukan oleh Laskar Pelangi karena kesombongannya. Dalam suatu adu kecerdasan (semacam cerdas cermat), kesombongan mereka mengantarkan mereka pada keterpurukan, ketika mereka kalah mutlak melawan Lintang, salah satu anggota Laskar Pelangi yang jenius. Malah, guru muda congkak dari sekolah PN timah terpaksa harus menelan pil pahit karena kalah berdebat melawan Lintang. Malah, lebih jauh diceritakan, sekolah PN Timah beserta komunitas angkuh di dalamnya kini bangkrut! Jadi, Andrea Hirata juga mau bilang pada kita: jangan sombong!&lt;br /&gt;Semoga kita bisa belajar banyak dari kisah yang penuh ironi sekaligus inspiratif ini!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-1140394482580760041?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/1140394482580760041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=1140394482580760041' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/1140394482580760041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/1140394482580760041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2007/12/inspirasi-pedagogis-dari-novel-laskar_12.html' title='Inspirasi Pedagogis dari Novel Laskar Pelangi: Buat Anak-Anaku di Pondok Pesantren Al-Multazam'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/R2UQ1Iro5iI/AAAAAAAAABQ/oDXgMBsdUZo/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-5496900586909042658</id><published>2007-12-06T19:04:00.000-08:00</published><updated>2007-12-16T04:26:57.238-08:00</updated><title type='text'>Olah Urine Dapat 15 Juta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/R2UZRoro5jI/AAAAAAAAABY/-6fuqLBWUxI/s1600-h/untitled2.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/R2UZRoro5jI/AAAAAAAAABY/-6fuqLBWUxI/s200/untitled2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144545940109583922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Laporan: Ika Nur Khasanah&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;SMK Negeri 1 Pungging-Mojokerto mengirimkan 6 siswa dan 1 guru pembimbing dalam Lomba Perbaikan Lingkungan Hidup tingkat nasional “Toyota Eco Youth (TEY) Programme 2007” yang diselenggarakan Toyota Manufacturing Indonesia bekerja sama dengan Toyota Astra Motor..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Lomba ini berlangsung selama 6 bulan (November 2006 – Maret 2007) dan terdiri dari beberapa tahap, yaitu tahap verifikasi proyek, peninjauan lapangan, dan grand final. Setelah mendapat training di hotel Yasmin, Bogor selama 2 hari,dengan mengangkat tema “Pengolahan Limbah Urine Secara Biofisis &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Untuk Mendukung Penghijauan di Sekolah”, tim SMKN 1 Pungging berhasil menjadi tim unggulan saat tahap verifikasi proyek setelah tim SMKN 1 Magelang, sehingga proyek yang digarapnya di-&lt;i style=""&gt;shoot &lt;/i&gt;sebuah stasiun televisi swasta, Metro TV. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Meski sempat mendapat kritikan juri karena data penelitian yang kurang lengkap, namun tim SMKN 1 Pungging tetap melaju ke tahap selanjutnya tanpa putus asa. Dengan data – data yang lengkap, mereka kembali ke &lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt; bersama 23 supportenya dengan hasil proyek yang akan dipertandingkan dengan 15 SMA/SMK se-Jawa &lt;st1:place st="on"&gt;Bali&lt;/st1:place&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;st1:street st="on"&gt;&lt;st1:address st="on"&gt;Bertempat di Cilandak Town Square&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:street&gt;, grand final TEY pun digelar. Sebelum final, seluruh tim sibuk mempersiapkan pameran proyek yang mereka kerjakan. Pukul 20.00 WIB, grand final pun berlangsung. &lt;span style="" lang="NL"&gt;Dipandu oleh 2 MC kondang, Indi Barends dan Indra Bekti, 15 tim mempresentasikan hasil proyek mereka. &lt;i style=""&gt;Dag, dig, dug, &lt;/i&gt;adalah bunyi degapan jantung seluruh peserta ketika menanti saat – saat diumumkannya 3 besar TEY. &lt;/span&gt;Sebelumnya, tampillah tim SMKN 1 Surabaya sebagai juara kategori pameran terbaik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Setelah masuk 3 besar grand final TEY 2007, tim SMKN 1 Pungging menjawab dengan baik pertanyaan yang diajukan Indy dan Indra. Suasana semakin tegang ketika detik – detik pengumuman juara TEY semakin dekat. Permainan angklung yang mengalun memecahkan suasana tegang tersebut. Seluruh peserta TEY dan supporternya beserta tim juri dengan gembira memainkan irama lagu yang dipopulerkan WESTLIFE.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Tibalah saatnya pengumuman pemenang TEY 2007 yang menghadirkan Nadine Candrawinata untuk memberikan selendang kemenangan. &lt;span style="" lang="IT"&gt;Tim SMKN 1 Pungging yang berasal dari sebuah desa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di Kab. &lt;/span&gt;Mojokerto berhasil menyabet piala juara ke-3 setelah tim SMAN 6 Yogyakarta yang mendapat hadiah 75 juta dari kemenangannya dalam TEY 2007. Di samping itu, tampil juga tim SMKN 5 Surabaya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai juara 2 dengan hadiah sebesar 50 juta rupiah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Walaupun tidak berhasil menjadi jawara TEY 2007, namun tim SMKN 1 Pungging tidak berkecil hati. Mereka membawa pulang hadiah sebesar 15 juta dengan semangat yang terus berkobar sepanjang perjalanan pulang ke Mojokerto. Apalagi dengan wajah ceria mereka selepas menghabiskan waktu untuk berfantasi di Dufan, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. “Walaupun tidak menjadi juara, tetap semangat dan terus berkreasi untuk menjaga kelestarian hidup di sekolah. Dan semoga kita dapat berjumpa di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Toyota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; Eco Youth 2008”, ucap Robert, salah satu tim juri TEY 2007.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 27pt;" align="right"&gt;(Ika-2MM1, SMKN 1 Pungging)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-5496900586909042658?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/5496900586909042658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=5496900586909042658' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/5496900586909042658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/5496900586909042658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2007/12/olah-urine-dapat-15-juta.html' title='Olah Urine Dapat 15 Juta'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/R2UZRoro5jI/AAAAAAAAABY/-6fuqLBWUxI/s72-c/untitled2.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-7203586182996593733</id><published>2007-12-06T18:48:00.000-08:00</published><updated>2007-12-06T18:51:36.252-08:00</updated><title type='text'>Remaja indonesia  ditengah globalisasi</title><content type='html'>Imam Teguh&lt;br /&gt;Siswa SMK Negeri 1 Pungging&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ditengah era globalisasi seperti ini,arus infotmasi mengalir tanpa mengenal &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;batas menuntut kita sebagai generasi muda penerus bangsa untuk dapat selektif terhadap pengaruh kebudayaan luar yang dapat menghilangkan nilai-nilai luhur budaya kita .Bukannya &lt;i style=""&gt;su’udzon&lt;/i&gt; terhadap apa yang mereka ‘kirim’ kepada kita ,namun ada baik nya sebagai remaja muslim waspada terhadap pengaruh budaya mereka terhadap diri kita .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hal ini bukan berarti menjadikan kita sebagai kelompok yang menolak setiap budaya luar.Hal tersebut amatlah tidak mungkin ,namun kita masih bisa memilih dan memilah lagi, Budaya yang sesuai dan baik dari mereka kita tiru,misal:Rajin membaca,Giat bekerja dan memiliki etos kerja tinggi .Lalu,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bagaimana dengan budaya mereka seperti minum minuman keras ataupun kekerasan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam menyelesaikan setiap masalah? sudah tentu harus kita buang jauh-jauh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Namun&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt; arus informasi yng tak terbendung membuat pengawasan kita terhadap remaja hita saat ini menjadi kian sulit . bukan hal baru kalau disekitar kita atau bahkan kita sendiri adalah para munafik yang memasang wajah alim. Jika dirumah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka adalah malaikat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;namun bila dia sudah lepas dari pengawasan kita ,mereka menjadi seperti preman pasar&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;‘Apa yang terjadi pada suatu negara di masa depan dientukan oleh pemudanya saat ini’.jika generasi kita saat ini seperti ini , apa yang akan terjadi pada bangsa kita 10-20 tahun lagi? Apa pertanggung jawaban kita terhadap para pejuang kemerdekaan yang telah memperjuangkan kemerdekaan negara kita dengan mengorbankan jiwa &amp;amp; raga? Apa yang bias kita perbuat saat ini?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Untuk dapat menangkal pengaruh buruk badai globalisasi tersebut , ada beberapa kiat yang patut kita coba&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;kita      buka kembali buku perjuangan para pahlawan kemerdakaan untuk meningkatkan      kembali jiwa nasionalis kita.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;kita      mesti lebih selektif dalam pergaulan (memilih teman, saluran hiburan dan      lain sebagainya)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;menjalankan ibadah dengan teratur&amp;amp; meningkatkan      iman&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;menyibukkan diri dengan kegiatan positif.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Mungkin ini bukanlah cara yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mutlak benar karena semua dikembalikan kepada kita . Mampu atau tidak kita menahan efek buruk globalisasi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-7203586182996593733?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/7203586182996593733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=7203586182996593733' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/7203586182996593733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/7203586182996593733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2007/12/remaja-indonesia-ditengah-globalisasi.html' title='Remaja indonesia  ditengah globalisasi'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-7926614389839624214</id><published>2007-12-06T18:40:00.000-08:00</published><updated>2007-12-06T18:42:18.761-08:00</updated><title type='text'>Pelangi Siang Hari</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                             &lt;/span&gt;Oleh Putri Rizkiyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Kau dan aku berjalan, terbang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bersama angin dan ombak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mungkin memang jauh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bersimponi merah–putih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tapi, alangkah indahnya cahaya matahari &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bersinar lurus bersama pelangi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Hah!!!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Sama loe!” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“Ama loe!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Ashiel dan Franz, dua makhluk bermusuh bebuyutan di sekolah, saling berhadap-hadapan tak percaya. Antara bahagia dan kaget setengah mati mereka mendengar perkataan Pak Didit barusan. Bayangkan saja, Ashiel dan Franz murid SMA-Q yang tak pernah akur dan selalu berbeda paham. Sekarang diminta oleh Pak Didit untuk bersama - sama mengikuti Lomba Desain Grafis tingkat nasional. Lebih parahnya lagi, mereka harus jadi satu tim!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Apa itu nggak gila namanya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Memang sih, dari dulu Ashiel ingin sekali mengikuti Lomba Desain Grafis tingkat nasional. Melakukan sesuatu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari dunianya. Dunia di mana Ashiel dapat merasakan betapa manis suka-dukanya apabila dia dapat melakukan sesuatu yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dia senangi untuk kado kecil bagi tiap orang yang tercinta. Pasti itu bakal menjadi suatu hal yang sangat menyenangkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;baginya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Tapi sekarang apa yang harus dilakukan oleh Ashiel? &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Pasti semua mimpi indah itu akan hancur. Ashiel nggak bisa membayangkan apa yang bakal terjadi nanti. Baru ketemu aja, mareka pasti bakal berantem. Apalagi kalau jadi satu tim. Semuanya bakal kacau! Padahal hanya di sinilah harapan Ashiel bisa tercapai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Ashiel membalikkan mukanya cepat menghadap ke arah Pak Didit. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Pak, &lt;i&gt;masak&lt;/i&gt; saya harus sama Franz, sih?” protes Ashiel tak terima. “Apa nggak bisa diganti yang lain?” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Iya Pak, masa saya harus sama si cewek super sok ini sih, Pak?” Franz tak mau kalah dan langsung menyebut julukan yang biasa ia gunakan untuk Ashiel. Julukan yang selalu ia pakai sejak kejadian tujuh tahun yang lalu. Saat Ashiel dan Franz masih berumur sepuluh tahunan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Saat itu Franz kecil yang baru saja pindah rumah diajak oleh kedua orang tuanya untuk bertamu ke rumah sebelah. Rumah sahabat lama kedua orang tuanya, yang tak lain adalah rumah kedua orang tua Ashiel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Entah kenapa, sejak pertemuan awal mereka di rumah Ashiel itu, mereka selalu saja berbeda pendapat dan pikiran. Sehingga hanya pertengkaran-pertengkaranlah yang terjadi di antara mereka. Itu membuat kedua orang tua mereka yang begitu akrab menjadi merasa aneh dan tak habis mengerti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Sampai akhirnya kedua orang tua mereka tak tahan lagi untuk melihat dan mendengar tiap pertengkaran yang tak ada habisnya itu. Orang tua mereka sepakat untuk berusaha dengan sekuat tenaga, menyatukan hubungan Ashiel dan Franz.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;”Perbedaan itu sebetulnya indah dan menyenangkan. Asal kita mau berusaha untuk menghargai tiap perbedaan yang ada. Lihatlah pelangi! Terdiri dari berbagai warna, berpadu dengan indahnya. Meski berbeda, warna-warna itu menyatu sebagai spektrum cahaya matahari. Cahaya yang menyinari kehidupan!” nasehat ayah Franz. Panjang lebar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Toh, semua itu gagal.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ashiel dan Franz selalu saja menutup hati dan telinga mereka. Demi rasa gengsi dan harga diri yang terlalu tinggi. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IT"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Wah, kala saya mesti satu tim dengan cewek super sok ini, bisa kacau nanti ceritanya, Pak! ”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Eh, apa Loe bilang tadi? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="SV"&gt;Cewek super sok? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IT"&gt;Coba ulangin!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Ce-wek su-per sok ! Loe tuh cewek super sok!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Enak aja,” bantah Ashiel. “Loe tuh cowok super amburadul! &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="SV"&gt;Ngatain orang sembarangan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Tapi kenyataanya emang gitu kan?” ejek&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Franz. “Loe eman&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="EN-GB"&gt;g super SOK!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Loe tuh super amburadul!.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Loe super sok.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Loe super amburadul .”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Loe super sok .”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Loe super amburadul .”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Sudah, sudah !” lerai Pak Didit akhirnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;“Kalian ini, masih saja bertengkar dan bertengkar. Padahal di dalam lomba yang akan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="SV"&gt;kalian ikuti nanti, di sana sangat dibutuhkan yang namanya kekompakan, kalian mengerti, kan? Tapi kok masih saja bertengkar terus.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Tapi, Pak,” sahut Ashiel Dan Franz&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbarengan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Sudah, tak ada tapi-tapian . Ini sudah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keputusan sekolah yang tak bisa di ganggu gugat. Fi-nal!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Final… .”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Final… .”&lt;span style=""&gt;                                                                                                               &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                               &lt;/span&gt;▪☺☻☺▪&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Sudah beberapa minggu lamanya berjalan setelah pemberitahuan Pak Didit tentang keikutsertaan Ashiel dan Franz sebagai wakil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari SMA-Q dalam Lomba Desain Grafis tingkat nasional. Namun, sampai saat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini, Ashiel dan Franz masih saja belum bisa menunjukkan tanda-tanda kalau mereka itu bisa akur dan kompak untuk menjadi wakil bagi tim sekolah mereka. Padahal waktu yang tersisa tinggal beberapa hari lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Nggak! Pokoknya kita nggak boleh nggambar pada bagian atasnya, dengan metode gambar yang seperti itu!” Ashiel tak mau menerima beberapa usulan dari Franz yang begitu jauh dari rencananya. Beberapa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rencana juga sudah ditolak oleh Franz tadi, lantaran begitu jauh dari pemikiran Franz.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Hasilnya pasti jelek, apabila digabungin sama hasil pemikiran gue. Amburadul banget sih pemikiran Loe.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Enak aja. Loe tuh yang sok tahu!” Franz nggak terima dibilang amburadul oleh Ashiel.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“Lagian, siapa juga yang nerima hasil pemikiran Loe &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;tadi. Pemikiran buntut!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Tapi kan itu lebih baik, dari pada pemikiran Loe yang amburadul!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Mending amburadul. Daripada sok tahu, ples buntut lagi.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;“Dasar amburadul!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;“Sok tahu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;“Amburadul.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;“Sok tahu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;“Amburadul.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;“Sok tahu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;“STOOOOOPP!!” &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ashiel dan Franz yang sedang bertengkar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;langsung terdiam kaget mendengar teriakan Pak Didit yang kali ini benar-benar marah pada mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Kalian ini!” Pak Didit ngos-ngosan menahan amarahnya. “Kenapa sih, tidak bisa sedikit pun untuk akur. Selalu saja bertengkar! Bertengkar! Tak ada habis-habisnya.”&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Kalian tahu. Kalau bukan karena permintaan kedua orang tua kalian yang merupakan ketua komite dan pendonor dana terbesar di sekolah, sekolah tak pernah mau mengirim kalian yang sudah jelas-jelas tak bisa akur itu. Walau sekolah tahu kalian mampu dan sangat mahir dalam membuat desain grafis.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Kalian tahu kenapa?” Ashiel dan Franz menunduk. Takut tak mengerti. “Karena kalian tak mau untuk mencoba sedikit pun, membuka hati kalian untuk menghargai perbedaan yang ada. Perbedaan yang begitu indah apabila kita mau mensyukurinya. Dan menjadikanya sebagai kekuatan kita.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Bapak benar-benar kecewa pada kalian.” Pak Didit memejamkan matanya untuk beberapa saat. Mengambil kekuatan untuk memutuskan sesuatu yang juga sebenarnya sangat disayangkannya. “Sekarang bapak serahkan semuanya pada kalian. Terserah! Kalau kalian memang tak ingin mengikuti mimpi hati kalian yang sebenarnya. Terus sajalah bertengkar sampai kalian tua dan menyesal!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tanpa memandang ke arah wajah Ashiel Dan Franz yang saat ini begitu terlihat menyesal, Pak Didit berjalan meninggalkan ruang seni sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                          &lt;/span&gt;▪☺☻☺▪&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Sejak kejadian di ruang seni itu, rasanya perasaan Ashiel dan juga Franz tidak karuan. Mereka terus saja teringat akan ucapan Pak Didit. Memang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rasanya ada benarnya juga. Selama ini Ashiel dan Franz tidak mau berusaha untuk membuka hati mereka. Menghargai perbedaan-perbedaan yang ada dan menjadikanya menjadi sesuatu yang begitu menyenangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Ashiel memegang jari-jemari tangannya dengan jari-jemari tangannya yang lain dengan kuat. Hari ini tekadnya sudah bulat setelah semalaman berpikir tak henti-hentinya untuk segera&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengakhiri semua pertengkaran dengan Franz.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Ashiel menguatkan langkah kakinya untuk berjalan menemui Franz yang kini sedang berdiri di samping pintu gerbang sekolah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;“Franz,” Panggil Ashiel ragu-ragu.&lt;span style=""&gt;                                                                    &lt;/span&gt;Franz tersentak kaget. Orang yang sejak tadi ditunggunya dengan cemas kini memanggilnya.“Ashiel,” ucap Franz tak kalah ragu-ragunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Dalam beberapa detik Ashiel dan Franz yang kini sedang berdiri berhadap-hadapan terdiam. Membisu bersama sepinya sekolah sejak dua jam yang lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;“Gue mau ngomong,” ucap Ashiel dan Franz berbarengan akhirnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Sekejap mereka terdiam bersama-sama. “Ya udah deh, Loe duluan aja!”Ashiel menawarkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Nggak ah, Loe kan cewek. Loe duluan aja deh!”Gantian Franz yang mengalah dan menawarkan agar Ashiel yang ngomang terlebih dulu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Beneran nggak pa-pa?” tanya Ashiel untuk meyakinkan dirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“He-eh. Dah, ngomong aja,” jawab Franz dengan penuh senyuman ketulusan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Ashiel menggigit bibir bawah mulutnya, “Franz, Gue mau minta maaf atas pertengkaran-pertengkaran kita selama ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Gue banyak salah sama Loe. Loe mau kan, maafin gue?” pinta Ashiel penuh harap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Nggak Shiel. Seharusnya yang minta maaf tuh gue. Bukanya Loe,” ucap Franz sungguh-sungguh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Ashiel terdiam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“Jadi, kita damai nih?” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“So pasti dong,” jawab Franz bersemangat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Eh, gimana kalau kita ke ruang seni?” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Buat apa?” tanya Franz aneh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“Gue dah nggak sabar nih buat nyatuin segala perbedaan yang ada di dalam diri kita. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Mumpung Gue bawa kunci duplikatnya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;“OK! Siapa takut.” &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Saat itu bersamaan dengan hangatnya sinar matahari Ashiel dan Franz pergi ke ruang seni. Mereka begitu bersemangat ingin segera menyatukan segala perbedaan yang ada dalam diri mereka. Seperti warna pelangi, yang menyatu sebagai sinar matahari.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                                          &lt;/span&gt;▪☺☻☺▪&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Akhirnya Ashiel dan Franz jadi juga mengikuti lomba desain grafis bersama-sama. Mereka keluar sebagai juara pertama berkat perbedaan-perbedaan dalam diri mereka yang telah mereka satukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Putri Rizkiyah adalah siswa Kelas X SMA Pondok Pesantren Al-Multazam Mojoanyar Mojokerto&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Email: putri_rizkiyah2007@yahoo.co.id&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-7926614389839624214?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/7926614389839624214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=7926614389839624214' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/7926614389839624214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/7926614389839624214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2007/12/pelangi-siang-hari.html' title='Pelangi Siang Hari'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-7021341006894120929</id><published>2007-12-06T18:26:00.000-08:00</published><updated>2007-12-06T18:27:31.039-08:00</updated><title type='text'>Andai Sekolah seperti AFI</title><content type='html'>&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;MULYOTO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Andai sekolah seperti AFI, betapa bahagianya siswa. Mereka riang tatkala pagi datang karena membayangkan bakal berjumpa dengan sahabat-sahabat sejatinya. Bertemu dengan para guru yang selalu membawanya pada pengalaman-pengalaman baru. Ah, alangkah senangnya andaikata sekolah seperti AFI. Tidak ada kekerasan, tidak ada kemarahan. Yang ada adalah kebersamaan, komunikasi konstruktif untuk saling berbagi. Kelak, tatkala waktunya datang, satu persatu di antara akademia (sebutan untuk siswa) mesti tereliminasi. Akan tetapi tak ada kemarahan, tak ada penyesalan. Yang ada adalah tetesan air mata. Air mata keharuan. Suatu saat nanti air mata itu akan kembali menetes tatkala mereka diwisuda. Sambil mengucapkan terima kasih yang dalam kepada para gurunya, mereka bertekad: bahwa belajar tak akan pernah terhenti.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Ya. Saya memang sedang berandai-andai. Namun pengandaian saya bukanlah sebagai orang yang sedang memimpikan sesuatu di awang-awang. Pengandaian saya tentang sekolah sebagai AFI (Akademi Fantasi Indosiar) benar-benar didasari oleh kerinduan yang kelewat besar terhadap suasana pembelajaran yang menyenangkan, manusiawi, dan membebaskan. Dan semua itu ada dalam kenyataan, yaitu di AFI. Tiap kali menonton AFI, baik saat konser, maupun saat acara diari, seolah kerinduan itu telah terbayar. Begitulah, bagi saya, AFI tidak sekadar tontonan komersial semata, melainkan juga sebuah model tentang pembelajaran yang ideal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Ada beberapa inspirasi pedagogis yang bisa kita petik dari fenomena AFI. Pertama, sekolah – sebagaimana AFI – harus memiliki visi dan misi yang jelas. Bagi sekolah, visi dan misi merupakan haluan, acuan atau paradigma bagi segenap insan akademis di sekolah itu. Semua berbuat, bergerak dan berkarya dalam konteks visi dan misi itu. Kejelasan visi dan misi akan menjadi energi bagi siswa dalam belajar meraih kompetensi, juga menjadi kekuatan bagi guru dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengabdi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1196994315_0"&gt;Coba&lt;/span&gt; lihat AFI. Hanya dalam waktu tiga bulan, para akademia (siswa) telah mampu mengembangkan segenap potensinya untuk menjadi seorang entertainmen yang dipuja-puji. Melalui &lt;i style=""&gt;penggodhogan&lt;/i&gt; selama tiga bulan di kelas vokal, kelas koreografi, kelas akting, dan kelas konser, para akademia akhirnya bisa tampil beda dari sebelumnya. Konser menuju bintang sebagai wadah para lulusan AFI berekspresi terbukti ditonton oleh ribuan orang. Kasetnya pun ludes dibeli penggemar dalam waktu singkat mencapai puluhan ribu keping. Semua ini merupakan keberhasilan AFI mencapai visi dan misinya yang jelas. Yaitu menciptakan seorang entertainmen sejati melalui pengasahan dan pengembangan segenap potensi yang dimiliki anak didik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Andai sekolah juga memiliki visi dan misi yang jelas, tentu sekolah tidak akan terombang-ambing. Yang sering terjadi selama ini, sekolah memang mencantumkan visi dan misi di papan-papan strategis, tapi tidak banyak orang di dalamnya yang mengerti apalagi terikat dalam visi dan misi itu. Siswa dan guru bergerak dalam kerutinan seperti yang dulu-dulu. Tidak perlu berpikir mau ke mana program sekolah mau diarahkan. Tidak ada evaluasi menyeluruh terhadap ketercapaian visi dan misi itu, dan tidak ada pembaruan di dalamnya. Setelah lulus, tidak ada kejelasan ke arah mana siswa akan bergerak. Apa yang telah dicapainya juga tidak ada kompetensi yang jelas. Semua masih serba samar karena sekolah tidak didasari oleh visi dan misi yang jelas dan operasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kedua, pembelajaran berbasis kompetensi. AFI, menurut hemat saya, adalah contoh kongkrit bagaimana bentuk pembelajaran yang berbasis kompetensi itu. Berbekal pada potensinya masing-masing, para akademia diasah oleh para ahli di bidangnya. Mereka harus menguasai kompetensi koreografi, kompetensi vokal, kompetensi akting, dan sebagainya yang secara keseluruhan mampu membentuk kompetensi utuh: seorang entertainmen sejati, yang digemari tapi tetap baik hati dan tidak sombong. Di kelas AFI, para akademia belajar secara lengkap. Teori dan praktik. Ranahnya juga meliputi kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotorik (ketrampilan). Dan semua itu pada akhirnya mengerucut menjadi satu: terbentuknya kompetensi sebagai seorang entertainmen.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Sekolah mulai tahun pembelajaran 2004/2005 ini juga akan menerapkan kurikulum berbasis kompetensi. Dengan inspirasi dari AFI, nampaknya segenap guru dan siswa nantinya harus sadar, bahwa di sekolah para siswa belajar untuk memperoleh suatu kompetensi. Yaitu suatu kemampuan yang lengkap meliputi kognisi, afeksi dan psikomotor yang nyata dan berguna bagi kehidupannya. Siswa tidak hanya belajar dalam dataran teori di awang-awang, melainkan belajar dalam konteks kehidupan nyata yang ada di sekitarnya. Belajar tidak hanya dalam bentuk memperhatikan ceramah guru di depan kelas, tetapi justru yang terpenting adalah adanya interaksi demokratis antara guru dan siswa. Belajar dengan mengalami (&lt;i style=""&gt;learning by doing&lt;/i&gt;) menjadi salah satu pilar pembelajaran berbasis kompetensi ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Ketiga, belajar bukan berwujud penjejalan pengetahuan, melainkan pemaknaan pengetahuan. Bukan berupa transformasi, melainkan internalisasi. Siswa tidak diandaikan sebagai sebuah botol kosong yang akan diisi dengan berbagai ilmu oleh guru. Siswa juga bukan anak pendekar silat yang menerima transfer ilmu (tenaga dalam) dari gurunya. Siswa adalah pribadi yang unik, yang di dalamnya masing-masing menyimpan potensi. Potensi yang masih ada dalam diri siswa dan belum mewujud ini yang akan digali, diasah dan dikembangkan. Caranya, bebaskan mereka berekspresi. Biarkan mereka bergulat dalam pengetahuan, ketrampilan, dan nilai-nilai tertentu untuk menciptakan struktur kemampuan yang mewujud dalam bentuk kompetensi. Melalui diskusi, praktik langsung, tanya jawab, dan belajar mandiri siswa akan bebas menginternalisasikan materi belajar ke dalam dirinya. Hasilnya, terciptalah sebuah pribadi yang tetap unik, tapi masing-masing telah mempunyai kemampuan nyata yang bisa dimanfaatkannya untuk menopang kehidupannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Semuanya itu telah tergambar dalam proses pembelajaran di AFI. Seorang akademia, memperoleh kompetensi bukan dengan berdiam diri. Mereka mesti aktif berproses, aktif bergulat dengan informasi yang diberikan guru-gurunya sembari mempraktikkan secara langsung. Pembelajaran terasa hidup, dinamis, dan menyenangkan. Mereka juga bebas berekspresi, menyampaikan uneg-uneg tanpa beban rasa takut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Guru berperan betul sebagai seorang motivator dan fasilitator. Hubungan antara siswa dan guru bukan lagi seperti hubungan antara rakyat dan diktator, melainkan hubungan sesama insan pembelajar yang berinteraksi secara manusiawi. Guru tidak memposisikan sebagai orang yang serba tahu dan selalu memonopoli kebenaran. Guru memberikan pembelajaran, tetapi tetap membuka adanya reaksi, respon dan uneg-uneg dari siswa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika terjadi eliminasi, tidak hanya siswa yang meneteskan air mata, para guru pun tidak bisa menyembunyikan rasa kehilangannya karena mereka sudah seperti satu keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Keempat, pembelajaran kompetitif berbasis kebersamaan. Di AFI, ada nuansa persaingan (kompetisi). Setiap minggunya, satu persatu di antara mereka mesti tereliminasi. Sampai akhirnya tersisa tiga finalis untuk memperebutkan juara utama. Akan tetapi, kompetisi yang begitu keras ternyata tidak harus melenyapkan kebersamaan dan persahabatan di antara mereka. Maka, tidak heran kalau pada tiap terjadi eliminasi, di antara mereka terjadi hujan air mata karena salah seorang di antara mereka harus pulang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Selama ini, sekolah kita juga memberlakukan kompetisi sebagai cara untuk memotivasi belajar siswa. Antarsiswa dalam satu kelas dibandingkan dengan metode rangking prestasi belajar. Di tingkat antarsekolah, siswa juga dipertarungkan. Perolehan nilai ebtanas (sekarang UAN) dijadikan parameter untuk menilai tingginya kualitas dan kebanggaan diri sekolah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Akan tetapi yang terjadi, mengapa kompetisi itu terkesan bersifat individual? Dalam sekup kelas, siswa bersaing secara individual. Tidak ada belajar hidup bersama karena antarmereka adalah pesaing satu sama lain. Kalau perlu, dalam belajar mereka saling menjatuhkan satu sama lain. Itu yang selama ini terjadi. Maka jangan salahkan siswa kalau kelak mereka tidak bisa bekerja sama. Mereka telah terbiasa hidup berkompetisi tanpa didasari kebersamaan. Ini merupakan PR bagi kita semua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kelima, penilaian berbasis kompetensi. Sebagaimana kegiatan pembelajaran layaknya, di AFI juga menerapkan evaluasi atau ujian. Setiap minggu, para akademia diuji pencapaian kompetensinya. Evaluasi dilakukan oleh para komentator dan penonton. Komentator menilai secara langsung sehabis penampilan, sedangkan penonton menilai via poling SMS. Siapa yang mendapatkan dukungan terbanyak dari SMS, maka dia akan terus melenggang menuju puncak. Yang terpenting untuk kita pelajari dari AFI, penilaian terhadap prestasi belajar siswa dilakukan secara menyeluruh berdasarkan unjuk kerja (kompetensinya). Bukan hanya aspek kognisi dalam bentuk soal-soal teori, melainkan seluruh aspek yang terejawantah dalam bentuk kemampuan praktik (menyanyi). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Bandingkan dengan sekolah kita selama ini. Pembelajaran dituntut menggunakan pendekatan proses, akan tetapi yang diukur hanya aspek hasil dengan soal pilihan ganda. Nilai ebtanas atau UAN didewakan sebagai bukti prestasi, padahal ia hanya mengukur sebagian kecil aspek pembelajaran. Bukannya mengukur kompetensi secara menyeluruh. Inilah yang sering menimbulkan kerancuan selama ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Sistem evaluasi yang bersifat parsial itu selama ini telah menjadi sumber malpraktik di sekolah. Pembelajaran tidak lagi berfungsi sebagai proses bergulat dengan ilmu, melainkan sekadar penjejalan materi ebtanas atau UAN dengan sistem &lt;i style=""&gt;drill&lt;/i&gt;. Buat apa berpikir capek-capek kalau prestasi bisa dicapai dengan sedikit trik yang bisa diperoleh di bimbingan tes. Efeknya, siswa terbiasa berpola hidup serba instan, serba gampang, dan serba mencari jalan pintas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kalau pun ebtanas atau UAN masih tetap diberlakukan, hemat saya, haruslah dipandang sebagai salah satu aspek kecil dari prestasi siswa. Prestasi siswa yang sesungguhnya adalah kompetensi menyeluruh yang tercermin dalam bentuk unjuk kerja dan perilaku. Dan yang menilai itu bukan lagi sekolah atau pemerintah, melainkan masyarakat pengguna mereka. Kalau siswa SMK, yang menilai adalah industri yang akan mempekerjakan mereka. Meski nilai UAN jeblok dan hanya memenuhi syarat untuk lulus, selama unjuk kerjanya bagus, produktif dan kreatif, maka dunia usaha dan industri akan menerimanya dengan tangan terbuka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Itulah beberapa inspirasi pedagogis yang bisa ditarik dari fenomena AFI. Saya tidak ingin menyamakan sekolah dengan AFI. Saya hanya mengajak kita semua untuk mengoreksi kegiatan pembelajaran kita, sudahkah sesuai dengan prinsip-prinsip pedagogis yang benar. Yaitu pembelajaran yang bersifat manusiawi, menyenangkan, membebaskan dan mengembangkan potensi yang masih terpendam. Bukan pembelajaran yang membunuh dan memenjarakan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;MULYOTO, guru matematika SMK Negeri 1 Pungging Mojokerto&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-7021341006894120929?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/7021341006894120929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=7021341006894120929' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/7021341006894120929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/7021341006894120929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2007/12/andai-sekolah-seperti-afi.html' title='Andai Sekolah seperti AFI'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-528026166785812016</id><published>2007-12-06T18:21:00.000-08:00</published><updated>2007-12-06T18:22:31.883-08:00</updated><title type='text'>Mimpi Seorang Guru</title><content type='html'>&lt;div&gt;Saya seorang guru. Beberapa waktu lalu, saya bermimpi. Aneh. Saya bermimpi, saya sedang mengajar di sebuah sekolah yang tidak pernah saya lihat sebelumnya. Murid-murid yang saya hadapi nampak gembira di hadapan saya. Dalam mimpi itu, murid-murid begitu antusias saat saya datang. Lalu, dengan perasaan bangga saya memulai pelajaran. Saya hidupkan laptop dan LCD, dan dalam sekejab saya presentasikan materi pembelajaran. Saat saya presentasi, anak-anak didik saya aktif merespon. Kadang, saat saya sedang bicara, ada anak yang tergelitik dan mengajukan pertanyaan. "Silakan!" kata saya menunjuk anak yang mengacungkan tangan.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Begitulah, proses pembelajaran yang ada dalam mimpi saya itu benar-benar menyenangkan. Tidak saja bagi saya selaku seorang guru. Terlihat juga wajah anak-anak yang begitu sumringah penuh gairah. Mereka aktif dalam proses pembelajaran tanpa ada perasaan takut atau terkekang.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Saat jam pelajaran usai, masih dalam mimpi saya, saya keluar dari ruang kelas. Di sepanjang teras kelas, bunga-bunga segar menyapa. Halaman kelas juga nampak asri dengan taman bunga. Beberapa burung gereja berkejaran di antara pohon-pohonan dengan cicitannya yang khas selaras gemericik suara air mancur di kolam ikan kecil.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Bagiku, sekali lagi hanya dalam mimpi, sekolah benar-benar menjadi lingkungan yang nyaman dan asri. Tidak hanya guru yang merasa betah. Siswa pun terlihat selalu riang. Saat tidak ada jam mengajar, saya masuk ruang guru. Di sana beberapa guru sudah ada di mejanya masing-masing. Semua sibuk dengan laptop masing-masing. Kalau agak penat, kadang kami ngerumpi. Bukan tentang mahalnya harga-harga barang kebutuhan pokok akibat kenaikan BBM. Bukan tentang, rengekan anak yang minta dibelikan baju lebaran, juga bukan tentang tetek bengek masalah rumah tangga. Kami ngerumpi, atau tepatnya berdiskusi, tentang siswa. Tentang pembelajaran. Tentang hasil penelitian tindakan kelas yang selalu dilakukan tiap guru. Kami sesaam guru selalu terbuka terhadap masukan teman sejawat. Dan semua itu kami lakukan bukan untuk siapa-siapa, kecuali siswa. &lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Bagi kami, fokus selalu tertuju pada kemajuan belajar siswa. Kepuasan kami sebagai seorang guru tergantung hanya pada keberhasilan siswa kami yang terlihat dari pencapaian kompetensi mereka. Tidak hanya kompetensi pengetahuan atau sekadar ketrampilan, tapi juga kompetensi sikap hidup. Internalisasi pengalaman belajar mencakup seluruh ranah secara komprehensif. Ya, kognisi (pengetahuan), psikomotori (ketrampilan), juga yang tak kalah pentingnya ranah afeksi (sikap). Singkatnya, segenap potensi siswa sangat kami hargai dan oleh karena itu kami kembangkan secara seimbang. Bagi kami, mereka adalah bibit-bibit padi yang kami tanam di tanah yang kami usahakan sesubur mungkin, dan kami berbuat sebagai seorang petani: menciptakan situasi yang kondusif bagi bibit padi untuk tumbuh dan berkembang hingga akhirnya berbuah secara maksimal. &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Kami bisa selalu fokus terhadap kemajuan siswa, bahkan kemajuan siswa secara individual. Kalau ada siswa yang bermasalah, kami selalu tahu, dan berusaha membantu mencari solusi hingga siswa terlepas dari beban masalah. Masalah apapun: kesulitan belajar, masalah pribadi, masalah hubungan dengan orang tua, dan lain-lain.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Tapi, ya itu. Semua hanya ada dalam mimpi. Ketika aku terbangun, aku kembali menyadari akan keberadaanku yang sangat jauh dari mimpi itu. Aku sebenarnya sangat malu menceritakan mimpi itu, karena mungkin ini hanya sebuah mimpi konyol. Aku tidak yakin bahwa suatu saat mimpi ini bisa menjadi sebuah kenyataan.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Tanggal 25 Nopember ini, kembali kita akan memperingati hari guru. Konon, ada kado istimewa dari Mendiknas - tepatnya pemerintah. Kabarnya, hari itu, RUU Guru akan disahkan, dan itu berarti akan ada perubahan signifkan pada eksistensi guru. Guru akan digaji sekitar 300% dari gaji PNS non guru untuk golongan yang sama. Karena konstitusi (UUD 45) hasil amandemen MPR telah memasukkan ketentuan 20% APBN harus untuk pendidikan, maka bukan tidak mungkin memang akan ada perubahan besar pada kehidupan guru.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Tapi apakah betul begitu? Sekali lagi, saya tidak berani berharap. Kami takut berharap terlalu besar atas kebaikan hati pemerintah hanya akan menciptakan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1196992662_0"&gt;luka&lt;/span&gt;. Kami hanya bisa berbuat sebaik-baiknya dalam batas-batas keammpuan kami. Kami sudah hapal betul akan jurus berkelit pemerintah. Bahkan saat konstitusi yang secara eksplisit menyebut angka 20% untuk anggaran pendidikan saja masih bisa diakali dengan istilah dilaksanakan secara bertahap. Kami, terus terang, tidak berani berharap.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Berkali-kali kami hanya bisa mengetuk hati nurani. Pendidikan itu sebuah investasi jangka panjang. Memang tidak bisa hasilnya dirasakan dalam waktu singkat. Baru beberapa tahun ke depan hasil itu bisa terlihat dalam bentuk sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Dan untuk investasi itu memang dibutuhkan modal yang besar. Selama hal ini tidak pernah bisa dipahami, mustahil SDM kita berubah. Dan, saya, seperti guru-guru yang lain, selalu akan terus bermimpi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-528026166785812016?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/528026166785812016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=528026166785812016' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/528026166785812016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/528026166785812016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2007/12/mimpi-seorang-guru.html' title='Mimpi Seorang Guru'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-2612837181920640987</id><published>2007-12-06T17:37:00.000-08:00</published><updated>2007-12-06T17:44:26.917-08:00</updated><title type='text'>Satu Lagi Inkonsistensi dalam Dunia Pendidikan Kita</title><content type='html'>&lt;span style=""&gt;Sebuah inkonsistensi dalam kebijakan pendidikan kita terjadi lagi. Beberapa buku pelajaran sejarah untuk SLTP dan SLTA dilarang beredar karena tidak mencantumkan fakta sejarah tentang G30S/PKI atau mencantumkan tapi hanya dengan menyebut G30S tanpa embel-embel PKI. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; 13 judul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;buku dari 10 penerbit yang dilarang beredar berdasarkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Surat Keputusan Kejaksaan Agung tertanggal 5 Maret 2007. Konon, pelarangan tersebut dilakukan atas “permintaan” Menteri Pendidikan Nasional (Media Indonesia, 26/3).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Hemat saya, pelarangan tersebut tidak konsisten dengan kebijakan pendidikan menyangkut Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan kebijakan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang kini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diperkuat lagi dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Tidak konsisten karena berdasarkan kebijakan-kebijakan itu, sekolah dan guru memiliki otonomi, termasuk di dalamnya menyusun kurikulum, memilih metode pembelajaran, dan memilih sumber belajar, tetapi tiba-tiba ada sebuah kebijakan yang melarang penggunaan buku tertentu sebagai sumber belajar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Tidak bisa dimungkiri, kini kita telah memasuki era keterbukaan. Dalam pembelajaran, sumber belajar kini telah begitu beragam. Di samping buku pelajaran sebagai sumber belajar, kini juga ada sumber belajar berupa majalah, koran, buku-buku umum, dan internet yang kemudahan aksesnya makin hari makin meningkat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Guru harus mengubah paradigma yang selama ini dirinya sebagai pusat sumber belajar menjadi fasilitator dan motivator yang mengkondisikan siswa untuk belajar. Proses pembelajaran berlangsung demokratis. Guru bukan pemegang otoritas kebenaran. Justru proses dialog antara guru dan siswa yang harus dikembangkan sehingga dalam kegiatan pembelajaran diperoleh sebuah reaksi yang menghasilkan nilai-nilai dan kebenaran-kebenaran yang baru dan kontekstual.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dalam konteks ini, kebijakan otonomi pendidikan yang semangatnya juga kita temui dalam UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003, dapat dikatakan sebagai kebijakan yang tepat, relevan dan rasional. Tetapi, mengapa kebijakan yang sudah benar tersebut dalam dataran implementasi harus dijegal dan dinodai dengan kebijakan-kebijakan lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Selama ini kita sudah sangat risih dengan kebijakan ujian nasional (UN) yang merebut kewenangan guru dalam melakukan evaluasi pembelajaran sebagai satu kesatuan integral kompetensi guru sebagai perencana, pelaksana dan penilai kegiatan pembelajaran. Guru yang dalam UU Sisdiknas No 20 Thun 2003 nyata-nyata disebut memiliki kewenangan dalam mengevaluasi hasil belajar, dengan terpaksa harus rela hati menerima kebijakan ujian nasional. Inkonsistensi ini harus ditebus dengan harga mahal ketika guru tidak lagi peduli dengan tugasnya untuk mendidik siswa untuk cerdas dan berakhlak mulia, melainkan sekadar melakukan &lt;i&gt;drill&lt;/i&gt; agar siswa bisa lolos dari jerat ujian nasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Lalu kini,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketika guru tidak boleh menggunakan buku pelajaran tertentu, dan mungkin juga (kalau bisa) dilarang menggunakan bahan-bahan dari internet, buku-buku umum yang dijual bebas, dan sebagainya, apa lagi yang akan terjadi dalam dunia pendidikan kita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1&gt;Luka Sejarah&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Kalau kita cermati, fakta tentang G30S/PKI memang merupakan sebuah luka sejarah yang sangat mendalam. Peristiwa itu telah mengoyak rasa persaudaraan dan kemanusiaan kita sesama anak bangsa. Tentu bisa dipahami kalau kemudian muncul sebuah keinginan agar peristiwa itu bisa dijadikan bahan pelajaran bagi generasi penerus bangsa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; agar tidak terjadi lagi. Proses pembelajaran yang diyakini paling efektif adalah pembelajaran yang dilakukan di sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Akan tetapi, sekali lagi, itu tidak perlu dilakukan dengan melarang buku-buku tertentu, atau bahkan dengan memaksakan penggunaan buku-buku yang lain lagi – kalau ada. Biarlah pembelajaran berjalan alami, demokratis, dan dinamis. Dalam pendidikan sejarah, misi terpenting yang diemban oleh guru sejarah adalah membelajarkan siswa untuk memaknai fakta sejarah sehingga siswa dapat memetik hikmahnya bagi kehidupan mereka kini dan masa mendatang. Baik hikmah bagi kehidupan secara pribadi maupun bagi kehidupnan dalam bermasyarakat dan berbangsa-bernegara. Yang terpenting dari pembelajaran sejarah yang demikian bukan lagi tentang apa dan siapa, tetapi bagaimana dan mengapa. Bagaimana peristiwa itu terjadi dan mengapa bisa terjadi? Juga, bagaimana agar peristiwa itu tidak terulang lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Selain itu, berikanlah kepercayaan kepada guru untuk menjalankan kewajibannya dalam mendidik anak bangsa. Sumber belajar memang beragam, dan fakta yang sama mungkin akan ditulis oleh sejarah secara beragam pula. Tergantung siapa yang menulisnya. Akan tetapi, dengan proses pembelajaran yang bersifat dialogis, demokratis dan memberi ruang untuk berpikir kritis kepada siswa, dengan dibimbing oleh guru yang professional, niscaya siswa tidak akan “tersesat” pada pemahaman yang salah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Malahan, siswa akan makin memiliki ketrampilan berpikir kritis untuk menilai mana yang benar dan mana yang salah, atau bahkan untuk tidak memilih mana yang benar dan mana yang salah, karena kebenaran toh tidak mesti hitam-putih. Bisa juga abu-abu. Yang terpenting, ya itu tadi, siswa dapat mengambil hikmahnya bagi kehidupan yang makin baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Singkat kata, pelarangan terhadap buku pelajaran hanya karena tidak memuat fakta tentang G30S/PKI atau memuat tetapi tidak menyebut G30S dengan embel-embel PKI hanyalah kebijakan yang tidak memiliki dasar dikdatis-pedagogis yang jelas. Pelarangan itu dilakukan hanya berdasarkan sebuah kekhawatiran yang secara gamang melintas. Dan harus disadari, di era globalisasi informasi seperti sekarang ini, melakukan pelarangan terhadap sebuah informasi untuk masuk atau disebarluaskan merupakan sebuah tindakan sia-sia. Toh, akses untuk mendapatkan informasi kini telah demikian luas dan bebas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pelarangan seperti itu justru akan menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan kita. Guru kembali tidak memiliki otoritas untuk mendidik siswa-siswanya, dan siswa akan merasa diberangus kebebasannya untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;belajar dari sumber belajar yang beragam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Kalau pemerintah tetap khawatir juga akan terjadi penyesatan terhadap generasi muda tentang fakta G30S/PKI, hemat saya, yang paling realistis untuk dilakukan oleh pemerintah adalah membuat buku pelajaran sejarah yang benar dan teruji secara ilmiah dalam konteks ilmu sejarah, lalu membagikan kepada setiap siswa secara gratis dalam bentuk buku paket. Kalau ada buku-buku sejarah lain yang dinilai tidak benar, toh siswa telah memiliki buku sejarah dari pemerintah yang dianggap benar. Mudah, &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;i&gt;kan&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-2612837181920640987?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/2612837181920640987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=2612837181920640987' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/2612837181920640987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/2612837181920640987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2007/12/satu-lagi-inkonsistensi-dalam-dunia.html' title='Satu Lagi Inkonsistensi dalam Dunia Pendidikan Kita'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1161776514374387889.post-256881860855213339</id><published>2007-12-06T17:27:00.000-08:00</published><updated>2007-12-06T17:32:32.692-08:00</updated><title type='text'>Kiat Praktis Bikin Majalah Sekolah</title><content type='html'>&lt;p style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Judul Buku&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: Hari Gini Gak Punya Majalah Sekolah? Bikin, Yuk&lt;br /&gt;Penulis&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;: Mulyoto, S.Pd, M.Si&lt;br /&gt;Penerbit&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: Andi Publisher, Yogyakarta&lt;br /&gt;Tebal&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;: 113 halaman&lt;br /&gt;Cetakan I&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;: Juni 2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.png" title="hari"&gt;  &lt;w:wrap type="square"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Kamu punya hobi nulis puisi, cerpen, berita sekolah, atau feature? Itu semua adalah potensi yang sangat sayang kalau tidak dikembangkan. Atau di antara kamu suka bikin komik, kartun atau cerita lucu? Tuangkan saja bakat kamu di majalah sekolah. Penerbitan sekolah memang salah satunya berfungsi untuk mengembangkan bibit-bibit calon penulis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Ternyata, bukan itu saja peran penting majalah sekolah. Majalah sekolah juga bisa digunakan sebagai media penyalur aspirasi. Ketika ada &lt;i&gt;uneg-uneg&lt;/i&gt; soal fasilitas sekolah yang perlu diperbaiki misalnya, ungkapkan, jangan hanya disimpan di hati! Sampaikan dalam bentuk artikel, puisi, cerpen atau kartun di majalah sekolah. Itu lebih baik daripada diungkapkan dalam aksi corat-coret di bangku, dinding kelas maupun pada dinding &lt;i&gt;water closed&lt;/i&gt;. Lebih-lebih disampaikan melalui aksi anarkhi. Jangan sampai, &lt;i&gt;dech&lt;/i&gt;!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Nah, buku ini memandu secara lengkap dan gamblang bagaimana bikin penerbitan sekolah, entah itu dalam format majalah, buletin, tabloid, maupun sekadar mading. Ditulis dengan bahasa lugas disertai contoh-contoh kongkrit, buku ini sangat gampang diikuti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; yang istimewa dari buku ini. Ternyata, usut punya usut, penulis buku ini, yakni Mulyoto, adalah seorang guru matematika di SMK Negeri 1 Pungging. Meski mengajar matematika, Pak Mulyoto ini ternyata memang sudah lama &lt;i&gt;lho&lt;/i&gt;, aktif dalam dunia jurnalistik. Dulu, saat SMA, artikelnya sudah nongol di sebuah majalah ilmiah terbitan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Saat mahasiswa, selain menulis artikel untuk &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; kabar umum, dia juga pernah menjadi pemimpin redaksi majalah “Pijar” IKIP Malang. Saat menjadi guru, tulisan-tulisanya dimuat di Kompas dan membimbing siswa menerbitkan majalah dan buletin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dari pengalaman praktis itulah Pak Mulyoto bisa menyajikan buku ini dengan enak, gampang dimengerti dan mudah dipraktikkan. Langkah-langkah bikin majalah sekolah diuraikan secara lengkap mulai dari membentuk dewan redaksi, membuat proposal penerbitan, melaksanakan manajemen keredaksian, melakukan proses &lt;i&gt;layout&lt;/i&gt;, hingga proses naik cetak. Membaca buku ini kita bisa belajar dua hal sekaligus: manajemen praktis dan jurnalistik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Buku ini pantas dijadikan rujukan bagi kamu yang ingin menerbitkan majalah sekolah. Hubungi toko buku terdekat atau penerbit via &lt;a href="http://www.andipublisher.com/"&gt;http://www.andipublisher.com&lt;/a&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1161776514374387889-256881860855213339?l=jurnalistiksekolah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/feeds/256881860855213339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1161776514374387889&amp;postID=256881860855213339' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/256881860855213339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1161776514374387889/posts/default/256881860855213339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalistiksekolah.blogspot.com/2007/12/kiat-praktis-bikin-majalah-sekolah.html' title='Kiat Praktis Bikin Majalah Sekolah'/><author><name>Mulyoto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17757271861317394892</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0QMET4xRK1E/SLStfpTyPoI/AAAAAAAAADY/6jjDUcHys-c/S220/untitled.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
