Kalau suatu saat karya tulis kamu masuk nominasi dan kamu dipanggil untuk presentasi, maka kamu harus siap. Tentu saja, kesiapan itu meliputi penguasaan materi, media presentasi dan teknik menjawab pertanyaan dewan juri.
Berikut beberapa tips tentang teknik presentasi.
1. Batasi waktu, jangan terlalu berpanjang lebar. Biasanya, 15 menit sudah cukup. Sebelum tampil, usahakan benar-benar sudah dicek waktu presentasi tepat waktu 5 menit.
2. Gambar atau foto, atau denah lebih berbicara daripada kata-kata tertulis. Makanya, usahakan dalam presentasi kamu, ditampilkan gambar, foto maupun denah.
3. Ucapkan kata-kata, kalimat-kalimat saat presentasi secara sistematis, logis, singkat dan padat.
4. Harus terbuka saat menerima kritik dari dewan juri. Pada dasarnya, kita harus tahu arah pertanyaan dewan juri: menguji, benar-benar bertanya karena tidak tahu, atau untuk memberi masukan. Kalau tujuannya memberi masukan, dan itu baik, kamu tidak boleh menolaknya dengan ngotot bahwa pendapatmu yang paling benar.
Rabu, 05 November 2008
Minggu, 07 September 2008
Belajar Berbasis Baca Tulis, Sebuah Pendekatan Efektif

Mulyoto
Inilah menurut saya metode belajar yang efektif: belajar berbasis baca tulis. Dalam belajar, kita mesti banyak membaca. Membaca apa saja: buku, majalah, teks, buku pelajaran, buku matemayika, fisika, novel, koran, cerpen. Apa saja. Juga membaca alam sekitar, kejadian-kejadian keseharian. Nah, kalau kita sudah banyak membaca apa-apa yang menjadi pusat perhatian kita, biasanya proses selanjutnya adalah kontemplasi atau perenungan. Di sini pikiran dan perasaan kita mereaksikan apa-apa yang kita baca, menganalisis dan mensintesis serta mengendapkan intisari ilmu pengetahuan dan makna-makana baru. Inilah yang kemudian harus kita tuliskan. Kita ekspresikan.
Dalam buku saya berjudul: "Hari Ini Gak Punya Majalah Sekolah? Bikin, Yuk! (Andi Yogya, 2007) hal ini telah saya bahas. Dalam konteks ini, majalah sekolah menjadi urgen sebagai salah satu media ekspresi diri para siswa. Jadinya, siswa tidak sekadar melakukan kegiatan baca, tetapi berlanjut hingga menulis.
Dari pengalaman, metode belajar yang mengoptimalkan kegiatan baca sekaligus menulis ini sangat efektif. Hasilnya lebih bermakna, dan mampu meningkatkan kualitas intelektual kita. Mau coba? Gampang aja. Jangan takut menulis, mengekspresikan pikiran dan perasaan. Entah itu lewat majalah sekolah, mading, blog, atau bahkan diary. Ungkapkan dengan bebas apa-apa yang mengendap dalam pikiran dan perasaanmu!
Kamis, 21 Agustus 2008
Hanya Puisi
Mulyoto
Aku hanya menulis puisi
Mau gimana lagi
Ketika kemarau membakar pohon jati
dan kelelahan merambat di sepanjang pembuluh darah
aku hanya bisa pasrah
Wahai jantungku
berat nian kerjamu untuk menopangku
Maaf, aku hanya bisa bikin puisi
Apalah maknanya
Mungkin tak ada
Aku hanya menulis puisi
Mau gimana lagi
Ketika kemarau membakar pohon jati
dan kelelahan merambat di sepanjang pembuluh darah
aku hanya bisa pasrah
Wahai jantungku
berat nian kerjamu untuk menopangku
Maaf, aku hanya bisa bikin puisi
Apalah maknanya
Mungkin tak ada
Kamis, 14 Agustus 2008
Puisi di Hari Kemerdekaan
Mulyoto
Di sepanjang Jl. nawawi
Hingga majapahit di pusat kota
Ketika bendera berkibar-kibar berderet-deret
Ada deru dari tiupan angin dingin musim kemarau
Aku mash bisa mendengarmu
sayup-sayup ketika teriakan merdeka membahana
Kau kini tinggal tulang-tulang diliputi debu, kata Chairil Anwar
Namun engkau adalah kepunyaan kami
Biarlah jam dinding berdetak
Seperti detak jantungku
Engkau tetap kukenang
hanya dengan menundukkan kepala
dan menggemuruhkan dada
Hanya ini yang kubisa
menulis puisi tanpa sistematika
tanpa jiwa (?)
Ah, pahlawanku
aku tahu, kau tak berharap apa-apa
tapi aku hanya bisa berdoa
semoga Allah menempatkanmu di dalam rengkuh kasih-Nya
Amin
Meredeka!
Di sepanjang Jl. nawawi
Hingga majapahit di pusat kota
Ketika bendera berkibar-kibar berderet-deret
Ada deru dari tiupan angin dingin musim kemarau
Aku mash bisa mendengarmu
sayup-sayup ketika teriakan merdeka membahana
Kau kini tinggal tulang-tulang diliputi debu, kata Chairil Anwar
Namun engkau adalah kepunyaan kami
Biarlah jam dinding berdetak
Seperti detak jantungku
Engkau tetap kukenang
hanya dengan menundukkan kepala
dan menggemuruhkan dada
Hanya ini yang kubisa
menulis puisi tanpa sistematika
tanpa jiwa (?)
Ah, pahlawanku
aku tahu, kau tak berharap apa-apa
tapi aku hanya bisa berdoa
semoga Allah menempatkanmu di dalam rengkuh kasih-Nya
Amin
Meredeka!
Senin, 04 Agustus 2008
Informasi untuk KIR SMP Negeri 1 Kota Mojokerto
Berhubung sebagian besar siswa kelas 7 dan 8 berminat untuk ikut KIR dan rasanya tidak tega untuk menolak minat itu, disepakati dengan Pak Mulib bahwa kelas 7 dan 8 program SBI semua ikut kegiatan KIR akan tetapi dipecah jadi dua kelas.
1. Kelas I: khusus untuk kelas 7A dan 7B dengan fokus kegiatan kepenulisan jurnalistik (jadwal minggu pertama dan ketiga)
2. Kelas II: khusus untuk kelas 8A dan 8B dengan fokus kegiatan karya tulis ilmiah (jadwal minggu kedua dan keempat)
Terima kasih dan tetap semangat.
1. Kelas I: khusus untuk kelas 7A dan 7B dengan fokus kegiatan kepenulisan jurnalistik (jadwal minggu pertama dan ketiga)
2. Kelas II: khusus untuk kelas 8A dan 8B dengan fokus kegiatan karya tulis ilmiah (jadwal minggu kedua dan keempat)
Terima kasih dan tetap semangat.
Langganan:
Postingan (Atom)

