Kamis, 21 Agustus 2008

Hanya Puisi

Mulyoto

Aku hanya menulis puisi
Mau gimana lagi
Ketika kemarau membakar pohon jati
dan kelelahan merambat di sepanjang pembuluh darah
aku hanya bisa pasrah

Wahai jantungku
berat nian kerjamu untuk menopangku
Maaf, aku hanya bisa bikin puisi
Apalah maknanya
Mungkin tak ada

Kamis, 14 Agustus 2008

Puisi di Hari Kemerdekaan

Mulyoto

Di sepanjang Jl. nawawi
Hingga majapahit di pusat kota
Ketika bendera berkibar-kibar berderet-deret
Ada deru dari tiupan angin dingin musim kemarau
Aku mash bisa mendengarmu
sayup-sayup ketika teriakan merdeka membahana

Kau kini tinggal tulang-tulang diliputi debu, kata Chairil Anwar
Namun engkau adalah kepunyaan kami
Biarlah jam dinding berdetak
Seperti detak jantungku

Engkau tetap kukenang
hanya dengan menundukkan kepala
dan menggemuruhkan dada

Hanya ini yang kubisa
menulis puisi tanpa sistematika
tanpa jiwa (?)

Ah, pahlawanku
aku tahu, kau tak berharap apa-apa
tapi aku hanya bisa berdoa
semoga Allah menempatkanmu di dalam rengkuh kasih-Nya
Amin

Meredeka!

Senin, 04 Agustus 2008

Informasi untuk KIR SMP Negeri 1 Kota Mojokerto

Berhubung sebagian besar siswa kelas 7 dan 8 berminat untuk ikut KIR dan rasanya tidak tega untuk menolak minat itu, disepakati dengan Pak Mulib bahwa kelas 7 dan 8 program SBI semua ikut kegiatan KIR akan tetapi dipecah jadi dua kelas.
1. Kelas I: khusus untuk kelas 7A dan 7B dengan fokus kegiatan kepenulisan jurnalistik (jadwal minggu pertama dan ketiga)
2. Kelas II: khusus untuk kelas 8A dan 8B dengan fokus kegiatan karya tulis ilmiah (jadwal minggu kedua dan keempat)

Terima kasih dan tetap semangat.

Minggu, 27 Juli 2008

Bagian-Bagian Karya Tulis Kajian Pustaka

Cover
Halaman Pengesahan
Abtrak
Daftar Isi
Daftar Tabel (bila ada)
Daftar Gambar (bila ada)

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
D. Manfaat
E. Metode Penelitian

BAB II PEMBAHASAN
A. Judul sesuai dengan Rumusan Masalah 1
B. Judul sesuai dengan Rumuasn Masalah 2
C. dan sterusnya

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran

Tugas untuk KIR SMP Negeri 1 Mojokerto: Buat judul, dan point-point pada pendahuluan meliputi: latar belakang, rumusan masalah, tujaun, manfaat, dan metode penelitian.
Diketik dengan komputer Word dan dikirim ke email: berlianaputri@yahoo.com, atau boleh ditulis tangan dan dikumpulkan hari Kamis pukul 13.30. Tugas ini akan dijadikan bahan seleksi untuk menentukan peserta KIR yang benar-benar berminat dan punya potensi.

Jumat, 18 Juli 2008

Menulis, Untuk Apa?

Ada orang yang pinter menulis. Ada yang tidak. Jangankan menulis artikel atau cerpen, menulis diary saja macet. Kok bisa, ya?

Menurut saya, orang trampil menulis atau tidak, semua tergantung latihan. Kalau mau berlatih, pasti menulis menjadi kegiatan yang gampang. Tapi kalau gak mau berlatih, gak mau mencoba praktik, ya selamanya menulis hanya menjadi cita-cita dan angan-angan belaka.

Dari pengalaman sich, motivasi sangat penting bagi seorang penulis. Mau jadi penulis, apa motivasimu? Seberapa kuat motivasi itu?

Kalau saya terus terang, motivasi dalam menulis adalah untuk mendapat uang. Saya sebenarnya kurang berbakat menjadi penulis. Suatu hari saya membaca majalah, dan pada ruang pembaca ada tanya jawab soal honor tulisan di majalah itu. Saya baru tahu, kalau majalah itu menerima tulisan dari pembaca dan ada honor bagi penulis yang tulisannya dimuat. Pikir saya, berarti saya bisa cari uang dari menulis.

Saat itu, saya masih SMA kelas I. Saya anak petani dan merasa kurang cakap menjadi petani. Jujur, fisik saya tidak kayak ayah saya yang kuat. Saya juga tidak seperti kakak saya yang trampil bekerja. Saya gampang sakit kalau kena panas terik di sawah yang terbentang. Jadi, bayangan saya, kalau saya bisa cari uang dari menulis, saya bisa tunjukkan bahwa untuk bisa hidup tidak harus dengan bekerja menggunakan otot. Pakai otak juga bisa.

Maka, sejak itu saya menjadi tekun membaca berbagai majalah. Saya pelajari secara langsung, kayak apa sih, artikel dan cerpen yang dimuat. Dari belajar secara otodidak, akhirnya beberapa tulisan saya kirim juga. Berkali-kali tidak ada kabarnya.

Hingga suatu saat, semua kelelahan, semua penat, semua rasa putus asa, seolah sirna ketika tulisan pertama saya dimuat. Benar, dapat uang. Saat itu, tahun 1988, honor sebuah artikel di majalah terbitan ibukota sebesar Rp 25.000. Suatu jumlah yang sangat fantastis. Perbandingannya, upah ayah saya kalau disuruh orang mencangkul sawah, satu hari R 1500.

Dan yang lebih penting, ternyata bukan saja soal uang yang membuat saya tambah semangat. Ada kebahagiaan yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Benar, bahagia sekali rasanya. Serasa seperti bermimpi saja.

Dan ajaib, dengan semangat yang tinggi, akhirnya saya mempunyai keberanian untuk kuliah. Nanti, saat kuliah, saya akan membiayai hidup dan kuliah di Malang dengan menjadi penulis. itulah tekad saya. Sebuah tekad yang kalau saya kenang sekarang merupakan sebuah keajaiban. Kadang, terasa mustahil bahwa saya akhirnya bisa selesai kuliah, kini jadi guru, bahkan baru saja menyelesaikan S2. Semua ini berangkat dari sebuah tekad yang muncul karena saya akan menjadi penulis.

Alhamdulillah, saat menjadi guru, semangat saya masih terus menyala. Baik menulis di Kompas, menulis buku, maupun menulis di weblog ini. Saya menulis dengan motivasi yang lebih kuat. selain untuk uang, ya untuk kepuasan. Rasanya plong, kalau uneg-uneg sudah tersalurkan.

Bagaimana pendapat Anda?